Sudirman Said, Ketemu 900 Pegawai SKK Migas dan Tes Hitung-hitungan Jokowi

Kinerja Menteri

Sudirman Said, Ketemu 900 Pegawai SKK Migas dan Tes Hitung-hitungan Jokowi

- detikFinance
Jumat, 31 Okt 2014 22:12 WIB
Sudirman Said, Ketemu 900 Pegawai SKK Migas dan Tes Hitung-hitungan Jokowi
Jakarta -

Kegiatan Menteri ESDM Sudirman Said hari sedikit berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang lebih diisi dengan berbagai rapat. Pagi ini diawali Sudirman dengan menemui 900 pegawai Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Sudirman dalam penyampaian arahannya didampingi Sekjen ESDM Teguh Pamudji, Dirjen Migas Edy Hermantoro, dan Plt Kepala SKK Migas Johanes Widjonarko.

"Hari ini saya berkenalan dengan pimpinan dan staf SKK Migas. Nanti akan diteruskan dengan pertemuan dengan manajemen (SKK Migas)," ujar Sudirman kepada wartawan ditemui di kantor SKK Migas, City Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudirman mengatakan, saat ini di SKK Migas terjadi kekosongan posisi Kepala, yang dalam waktu dekat akan segera diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita memiliki pending matters (masalah tertunda), yaitu mendefinitifkan kepemimpinan yang akan dipilih. Ini sepenuhnya kewenangan Presiden, kita akan ajukan calonnya melalui komite pengawas SKK Migas," katanya.

Usai bertemu dengan para pegawai SKK Migas, sekitar pukul 10.00 WIB Sudirman langsung melanjutkan pertemuan dengan pimpinan SKK Migas. Pertemuan membahas produksi minyak nasional yang anjlok hanya 792.000 barel per hari. Padahal target APBN Perubahan 2014 sebanyak 818.000 barel per hari.

Setelah rapat di Kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Gatot Subroto, Sudirman kembali ke kantornya Kementerian ESDM untuk Solat Jumat dan bertemu dengan wartawan.

Pukul 13.00 WIB, Sudirman lanjut ke Istana Presiden untuk bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Wapres Anggola. Ini sekaligus menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan migas asal Angola, Sonangol.

Ada kejadian unik usai penandatanganan tersebut. Bermula ketika wartawan mempertanyakan berapa angka efisiensi anggaran belanja minyak Pertamina pasca MoU tersebut. Jokowi mempersilhkan Sudirman Said untuk menjawabnya.

"Berapa efisiensinya?" tanya Jokowi ke Sudirman di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/10/2014).

"US$ 2,5 juta per hari, Pak," jawab Sudirman.

Lantas, Jokowi pun meminta Sudirman untuk menghitung biaya efisiensi dalam kurun waktu satu tahun. "Kalau setahun berapa?" tanya Jokowi lagi.

Mendengar pertanyaan itu, Sudirman, tidak langsung menjawab. Seperti berbisik-bisik Sudirman berkata ingin menghitungnya terlebih dahulu.

"Saya hitung dulu, Pak," jawab Sudirman.

Tak pikir panjang, Jokowi langsung menjawab pertanyaannya sendiri. "Sekitar Rp 15 triliun," ucap Jokowi.

Usai acara di Istana sore, Sudirman kembali lagi ke kantornya untuk melanjutkan pertemuan dengan pimpinan media massa.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads