Kepala BPS: Sebaiknya Harga BBM Langsung Naik Rp 3.000/Liter

Kepala BPS: Sebaiknya Harga BBM Langsung Naik Rp 3.000/Liter

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2014 14:16 WIB
Kepala BPS: Sebaiknya Harga BBM Langsung Naik Rp 3.000/Liter
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada tahun ini. Namun waktu dan besaran kenaikannya belum diumumkan.

Sebelumnya, sempat beredar kabar Jokowi akan menaikkan harga BBM sebesar Rp 3.000/liter. Namun ada suara yang menyarankan sebaiknya kenaikan harga cukup Rp 2.000/liter agar beban masyarakat dan risiko politik tidak terlalu besar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyebutkan, sebaiknya kenaikan harga BBM bersubsidi dilakukan sekaligus Rp 3.000/liter. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu lagi menaikkan harga BBM tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya (naik sekaligus Rp 3.000 per liter). Kalau sekaligus kan enak, terus sudah nggak ada apa-apa lagi. Tidak ada yang berspekulasi," kata Suryamin di kantor BPS, Jakarta, Senin (3/11/2014).

Dia menjelaskan, kebijakan menaikkan harga BBM sudah pasti akan berdampak pada inflasi. Namun hal ini hanya bersifat sementara. Dalam jangka menengah-panjang, kebijakan ini justru akan memperbaiki perekonomian Indonesia.

"Subsidi terlalu besar, pemerintah akan mengalihkan ke yang lebih produktif. Dalam jangka yang menengah akan memberikan dampak positif. Inflasi hanya sesaat saja," terangnya.

Suryamin menyebutkan, dampak langsung dari kenaikan harga BBM akan menyumbang inflasi sebesar 1,7%. Itu jika kenaikan dilakukan pada awal November 2014.

Sementara dampak tidak langsung, kata Suryamin, akan menambah angka inflasi 1-2%. Tapi dampaknya akan terjadi secara bertahap 6-7 bulan ke depan.

"Dampak tidak langsung ada transportasi naik, itu ada dampaknya 1-2%. Tapi tidak sekaligus, akan menyebar dalam 6-7 bulan. Kalau 6 bulan berarti 1/6-nya," jelas Suryamin.

(drk/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads