"Situasi di Pertamina dan nasional kita sama-sama tahu, dulu waktu saya masuk di Pertamina produksi migas mencapai 1,6 juta barel per hari (bph). Sementara konsumsinya hanya 800.000 bph, sekarang keadaannya terbalik. Produksinya 800.000 bph, sementara konsumsinya per hari ini 1,6 juta barel," kata Plt Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen di depan para pegawainya, di Kantor Pusat Pertamina, Senin (3/11/2014).
Tidak hanya itu, ia mengungkapkan, kapasitas tangki timbun BBM dan depot BBM saat ini tidak sampai setengah dari kebutuhan BBM nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Husen mengungkapkan, akibat kedua hal tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengimpor minyak dalam jumlah besar.
"Dari akibat dua hal itu, saya dan kita semua nggak nyaman dituduh menjadi bagian dari mafia migas. Saya sudah mulai dua pekan ini bicara terbuka pada media masalah di Pertamina, apalagi Presiden juga meminta dukungan BUMN khususnya Pertamina untuk bersama-sama membangun Indonesia menjadi lebih maju lagi," tutup Husen.
(rrd/dnl)











































