"Kita membutuhkan dana US$ 20 miliar dalam program Rencana Induk Pengembangan Pengilangan (RDMP)," ujar Plt Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Senin (3/11/2014).
Husen mengatakan, lewat dana tersebut, total kapasitas kilang minyak meningkat dari sekitar 1 juta barel per hari menjadi 1,6 juta barel per hari. RDMP tersebut direncanakan selesai pada 2020.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Husen, Pertamina butuh inovasi yang besar, agar dalam meningkatkan produksi minyak tidak memerlukan uang besar seperti yang direncanakan. Inovasi ini juga dilakukan oleh Statoil, perusahaan minyak asal Norwegia.
"Statoil itu sukses jual jasa penunjangnya di laut dalam karena inovasi, hasilnya jual jasa mereka jauh lebih besar dari hasil minyaknya. Kita tahu Xiaomi ponsel dari Tiongkok yang dapat menjual produk yang kualitasnya setara Iphone dan Samsungm tapi harganya 40% lebih murah. Yang lebih heboh ya Ibu Susi yang sukses inovasi dari jual ikan menjadi pemilik banyak pesawat terbang, semua itu karena inovasi," tutupnya.
(rrd/dnl)











































