Menko Perekonomian Sofyan Djalil menuturkan, kartu tersebut adalah upaya mengalihkan anggaran yang tidak produktif, kepada yang lebih produktif.
"Itu kan bagian dari pemerintah mengubah, mengalihkan subsidi yang tidak produktif ke produktif, dan mekanismenya melalui kartu," ungkap Sofyan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (3/11/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kartu ini adalah program pemerintah. Tentu nanti membiasakan bahwa semua penyaluran bantuan sosial akan disalurkan melalui sistem kartu," terangnya.
Sofyan mengungkapkan, kenaikan harga BBM subsidi sudah pasti dilakukan oleh pemerintah. Namun masih memperhitungkan besaran kenaikan dan waktu implementasi.
"Pengalihan subsidi pasti. Cuma kapannya yang belum diputuskan kan," jelasnya.
(mkl/dnl)











































