Menkeu Bambang: RI Bukan Lagi Negara Kaya Minyak!

Menkeu Bambang: RI Bukan Lagi Negara Kaya Minyak!

- detikFinance
Selasa, 04 Nov 2014 15:30 WIB
Menkeu Bambang: RI Bukan Lagi Negara Kaya Minyak!
Jakarta - Saat ini, masih ada anggapan bahwa Indonesia adalah negara kaya minyak. Namun Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan, menilai anggapan itu tidak benar karena produksi (lifting) minyak Indonesia terus menurun dari tahun ke tahun.

Sejak 2008, Indonesia sudah bukan lagi anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Indonesia sudah resmi menjadi net importir minyak. Meski masih bisa ekspor, tetapi impor minyak dan produk turunannya lebih besar.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015, lifting minyak diasumsikan 900.000 barel per hari. Padahal dulu saat masih menjadi anggota OPEC, lifting minyak Indonesia mencapai 1,3 juta barel per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Kapolda, Pak Gubernur, beri informasi kepada masyarakat bahwa Indonesia bukan lagi negara kaya minyak. Ada kesalahan persepsi. Ketika kita anggota OPEC, produksi masih 1,3 juta per hari dan konsumsi tidak seperti saat ini," tegas Bambang dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kabinet Kerja di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (4/11/2014).

Saat ini, tambah Bambang, Indonesia memang masih bisa memproduksi minyak. Namun jika tidak ditemukan cadangan baru, bukan tidak mungkin 10-20 tahun ke depan Indonesia akan menjadi pengimpor penuh.

"Sekarang kita masih ekspor tapi impor lebih banyak. Tapi bisa saja 10-20 tahun lagi kita akan menjadi full importer," katanya.

Oleh karena itu, Bambang mendorong agar ada pengalihan konsumsi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke energi alternatif. "Misalnya gas, kita masih punya potensi," ujarnya.

(hds/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads