Sejak 2008, Indonesia sudah bukan lagi anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Indonesia sudah resmi menjadi net importir minyak. Meski masih bisa ekspor, tetapi impor minyak dan produk turunannya lebih besar.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015, lifting minyak diasumsikan 900.000 barel per hari. Padahal dulu saat masih menjadi anggota OPEC, lifting minyak Indonesia mencapai 1,3 juta barel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, tambah Bambang, Indonesia memang masih bisa memproduksi minyak. Namun jika tidak ditemukan cadangan baru, bukan tidak mungkin 10-20 tahun ke depan Indonesia akan menjadi pengimpor penuh.
"Sekarang kita masih ekspor tapi impor lebih banyak. Tapi bisa saja 10-20 tahun lagi kita akan menjadi full importer," katanya.
Oleh karena itu, Bambang mendorong agar ada pengalihan konsumsi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke energi alternatif. "Misalnya gas, kita masih punya potensi," ujarnya.
(hds/hen)











































