Meski begitu, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menegaskan bahwa bukan berarti pihaknya akan membuka keran impor untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok.
"Tidak seperti dulu lagi, main buka. Kita akan konsolidasi dengan kementerian lainnya. Baik (Kementerian) Perhubungan, (Kementerian) Pertanian, atau yang lainnya," kata Rachmat dalam konferensi pers di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (4/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, tambah Rachmat, pada dasarnya akan melakukan pengalihan subsidi. "Sebetulnya subsidi itu dialihkan. Filosofinya kepada pengguna yang lebih tepat, memindahkan subsidi kepada hal-hal seperti kesehatan dan pendidikan," katanya.
Subsidi, menurut Rachmat, tidak sepenuhnya dihapus. Masih akan ada subsidi, hanya saja diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak.
"Kita ingin mengalihkan, bukan menghapus. Sementara yang menikmati subsidi itu mencegah atas bukan orang yang membutuhkan, itu filosofinya. Sekarang pemerintah mengalihkan untuk ini," jelasnya.
(hds/hen)











































