Cerita Sudirman Said: Listrik Sumsel Mati Total Karena Birokrasi

Cerita Sudirman Said: Listrik Sumsel Mati Total Karena Birokrasi

- detikFinance
Rabu, 05 Nov 2014 15:55 WIB
Cerita Sudirman Said: Listrik Sumsel Mati Total Karena Birokrasi
Jakarta - Hari Minggu lalu, warga Sumatera Selatan dilanda mati listrik total. Salah satunya karena pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Borang tidak memperoleh pasokan gas sejak 13 Oktober 2014.

"Hari Minggu balik dari Bandung ke Jakarta saya ditelepon Pak Nur Pamudji (Dirut PLN), karena Sumatera Selatan mengalami mati lampu, yang bukan hanya byar-pet saja. Tapi ini sudah blackout (mati total)," ujar Menteri ESDM Sudirman Said di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Sudirman mengatakan, akibat blackout tersebut, masyarakat banyak dirugikan. Pusat belanja (mal) dan restoran tutup. Para peternakan ayam merugi, karena ayamnya banyak yang mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Nur mengatakan saat itu mal pada tutup, restoran juga. Peternakan ayam banyak yang mati karena tak ada listrik." ucapnya.

Ia pun bertanya kepada Nur Pamudji kenapa blackout bisa terjadi? Ternyata, alasannya karena pasokan gas tidak bisa mengalir, akibar belum ada izin dari Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) untuk menggunakan meteran gas.

"Itu terjadi karena SKK Migas belum dapat mengalirkan gas, karena harus dapat izin dari Dirjen Migas. Karena izin meteran gasnya sudah habis dan belum keluar izinnya," ungkapnya.

"Saya langsung rapat dua jam, pukul 17.30 WIB masalah selesai dan masyarakat senang karena listrik kembali nyala," tambahnya.

Ia menegaskan, keberadaannya di Kementerian ESDM adalah untuk mengurai sumbatan birokrasi yang selama ini terjadi di kementerian tersebut.

"Itu yang satu per satu saya lakukan untuk mengurai sumbatan tersebut. Pejabat negara itu kekuatannya di penanya, pena itu kita gunakan untuk menyengsengsarakan rakyat atau membahagiakan rakyat," tutupnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads