"Mengenai kontrak blok migas dan segala macam, walau ini bukan waktu yang tepat, kita punya prinsip sebaiknya sinergi itu terjadi. Tapi kepentingan nasional harus diutamakan," kata Sudirman di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (5/11/2014).
Sudirman mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengecek kembali kontrak-kontrak migas mana yang akan segera berakhir dan akan segera diputuskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia menegaskan, tidak harus setiap blok migas yang berakhir tidak boleh diperpanjang lagi atau diserahkan ke Pertamina untuk dikelola.
"Terbaik bukan berarti harus diberikan semua kepada Pertamina, tapi soal value added bagaimana? Sebagai contoh kita harus memikirkan memikirkan risk dan capability perusahaan-perusahaan nasional, tidak hanya Pertamina. Kita harus memikirkan Indonesia incorporated, semua perusahaan nasional harus diberi ruang yang baik untuk tumbuh bersama-sama demi kepentingan nasional," paparnya.
Hal ini, lanjut Sudirman, akan berlaku termasuk untuk Blok Mahakam. "Termasuk yang lagi di-review itu tentang Blok Mahakam. Dalam waktu dekat akan ada keputusan," tuturnya.
(rrd/hds)










































