"Dari studi yang dilakukan oleh konsultan dunia Woodmac, proses monetisasi cadangan migas (dari eksplorasi sampai produksi) di Indonesia sejak pertama kali ditemuka sampai waktu produksi saat ini memakan waktu lebih lama dibandingkan dekade sebelumnya," kata Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Lukman Mahfoedz kepada detikFinance, Kamis (6/11/2014).
Lukman yang juga Presiden Direktur & CEO PT Medco Energi Internasional Tbk ini mengungkapkan, pada tahun 1970 mencari minyak di Indonesia dari ekplorasi hingga akhirnya produksi minyak hanya butuh waktu 5 tahun saja. Bandingkan dengan kondisi saat ini membutuhkan waktu hingga 20 lamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui, sekarang ini mencari minyak secara teknis memang tidak mudah, makin kompleks kendalanya dan mulai mengarah ke laut dalam yang membutuhkan dana besar dan teknologi canggih. Namun semua itu diperberat lagi dengan birokrasi yang panjang.
"20 tahun itu karena panjangnya proses persetujuan Blok Migas, disamping lebih kompleknya geologi dan komersial suatu wilayah kerja Migas. Namun dampak perizinan yang lebih lama tentu saja akan menunda proses pelaksanaan proyek migas. Padahal penundaan proyek akan menyebabkan potensi kenaikan biaya proyek migas, yang tentu saja akan menggerus keekonomian proyek migas," tutup Lukman.
(rrd/ang)











































