Gara-gara Birokrasi, Pencarian Minyak Baru di RI Butuh 20 Tahun

Gara-gara Birokrasi, Pencarian Minyak Baru di RI Butuh 20 Tahun

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2014 07:40 WIB
Gara-gara Birokrasi, Pencarian Minyak Baru di RI Butuh 20 Tahun
Foto: Reuters
Jakarta - Cadangan minyak Indonesia saat ini makin menipis hanya 3,7 miliar barel atau hanya cukup 11 tahun lagi. Sayangnya akibat birokrasi perizinan yang panjang dan lama, mendapatkan minyak butuh waktu hingga 20 tahun lamanya.

"Dari studi yang dilakukan oleh konsultan dunia Woodmac, proses monetisasi cadangan migas (dari eksplorasi sampai produksi) di Indonesia sejak pertama kali ditemuka sampai waktu produksi saat ini memakan waktu lebih lama dibandingkan dekade sebelumnya," kata Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Lukman Mahfoedz kepada detikFinance, Kamis (6/11/2014).

Lukman yang juga Presiden Direktur & CEO PT Medco Energi Internasional Tbk ini mengungkapkan, pada tahun 1970 mencari minyak di Indonesia dari ekplorasi hingga akhirnya produksi minyak hanya butuh waktu 5 tahun saja. Bandingkan dengan kondisi saat ini membutuhkan waktu hingga 20 lamanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada 1970-an waktu yang dibutuhkan untuk monetisasi minyak hanya butuh waktu 5 tahun, pada 1980-an butuh 6 tahun, pada 1990-an butuh waktu 10-12 tahun, sekarang ini butuh waktu 20 tahun," ungkapnya.

Ia mengakui, sekarang ini mencari minyak secara teknis memang tidak mudah, makin kompleks kendalanya dan mulai mengarah ke laut dalam yang membutuhkan dana besar dan teknologi canggih. Namun semua itu diperberat lagi dengan birokrasi yang panjang.

"20 tahun itu karena panjangnya proses persetujuan Blok Migas, disamping lebih kompleknya geologi dan komersial suatu wilayah kerja Migas. Namun dampak perizinan yang lebih lama tentu saja akan menunda proses pelaksanaan proyek migas. Padahal penundaan proyek akan menyebabkan potensi kenaikan biaya proyek migas, yang tentu saja akan menggerus keekonomian proyek migas," tutup Lukman.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads