Harga Premium dan Solar Bakal Naik, Berapa yang Pas?

Harga Premium dan Solar Bakal Naik, Berapa yang Pas?

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2014 11:29 WIB
Harga Premium dan Solar Bakal Naik, Berapa yang Pas?
Jakarta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sudah di depan mata. Sesuai dengan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kebijakan ini akan diterapkan November 2014.

Lalu berapa harga yang tepat untuk premium dan solar?

Sejumlah instansi seperti Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, BPH Migas, sampai PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sudah melakukan kajian seputar kenaikan harga BBM bersubsidi. Masing-masing membuat berbagai skenario besaran kenaikan harga dan dampaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari berbagai kajian tersebut, detikFinance mencoba merangkumnya pada Kamis (6/11/2014) sebagai berikut:

1. Kenaikan Rp 1.000/liter

Bila ini yang diambil, maka harga premium akan menjadi Rp 7.500/liter dan solar Rp 6.500/liter. Penghematan yang akan didapatkan dalam kurun waktu 1 tahun adalah Rp 38,3 triliun.

Sedangkan inflasi terdorong sebesar 1%-1,5% dari posisi sekarang yang sebesar 5,3%.

2. Kenaikan Rp 2.000/liter

Kenaikan harga sebesar Rp 2.000/liter bisa menghemat sekitar Rp 92 triliun pada tahun depan.

Dengan kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000/liter, diperkirakan inflasi pada akhir 2014 akan mencapai 7-7,5%. Inflasi dalam kisaran ini sepertinya belum membuat BI menaikkan suku bunga acuan.

3. Kenaikan Rp 3.000/liter

Kenaikan harga BBM subsidi sebesar Rp 3.000/liter mampu menghemat anggaran sebesar Rp 150 triliun pada tahun depan.

BI memperkirakan akan ada lonjakan inflasi di akhir tahun ini mencapai 9% jika kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi direalisasikan. Angka ini jauh melebihi asumsi inflasi BI di angka 3,5-5,5%.

4. Kenaikan Rp 4.000/liter

Kenaikan harga di besaran ini memang agak ekstrem. Jika diterapkan, harga premium akan melonjak menjadi Rp 10.500/liter sementara solar jadi Rp 9.500/liter.

Namun dampak penghematannya akan signifikan. Pemerintah bisa menghemat anggaran di kisaran Rp 170-200 triliun.
Halaman 2 dari 5
(mkl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads