Sebab, banyak spekulan yang mengambil keuntungan sesaat dari kebijakan pemerintah tersebut dengan menaikkan harga barang telebih dulu. Kemudian setelah harga BBM naik, harga barang dinaikkan lagi.
"Kalau pangan itu banyak sekali spekulan yang bermain. Belum naik harga BBM, dia sudah naik dulu," ungkap Ekonom Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty kepada detikFinance, Kamis (6/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus dipastian harga pangan tetap terkendali dan tidak dipermainkan spekulan," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyebutkan waktu kenaikan harga BBM sudah tidak tepat dilakukan pada akhir tahun. Karena ada tekanan inflasi karena Hari Natal dan Tahun Baru.
Dalam laporan inflasi disampaikan, lonjakan inflasi sudah mulai terjadi pada beberapa kelompok pangan. Seperti harga cabai merah naik 40,52% dan beras juga mengalami kenaikan 0,76%.
(mkl/hds)











































