"Jatah BBM subsidi kita kan sangat menipis, dikhawatirkan tidak akan cukup sampai akhir tahun, agar cukup maka setelah pemerintah naikkan harga BBM subsidi, Pertamina harus segera mengurangi pasokan BBM subsidi ke SPBU alias dikitir," ujar Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng kepada detikFinance, Jumat (7/11/2014).
Andy mengatakan, cara pengkitiran (pengurangan pasokan) tersebut terbilang efektif mampu menjaga agar jatah BBM subsidi tidak melebihi kuota yang ditetapkan 46 juta kiloliter (KL).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, apalagi dengan kenaikkan harga BBM subsidi, maka disparitas harga makin kecil, sehingga orang banyak yang beralih menggunakan BBM non subsidi.
"Kalau harga BBM naik orang juga banyak yang pindah ke BBM non subsidi, tapi pengurangan pasokan BBM ke SPBU juga dibarengi dengan penambahan pasokan BBM non subsidi, jangan sampai BBM subsidinya kurang yang non subsidinya juga kosong, itu yang nantinya buat masyarakat jadi panik," ungkapnya.
"Pengurangan pasokan minimal 10% jadi jatah harian BBM subsidi tiap SPBU," tutupnya.
Seperti diketahui, hingga akhir Oktober, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tercatat 39,07 juta kilo liter (KL). Jumlah ini adalah 86,1% dari kuota atau jatah BBM bersubsidi 2014 yang 46 juta KL. Diprediksi tidak akan cukup sampai akhir tahun.
(rrd/ang)











































