Untuk ukuran PLTU sebesar itu, tentu memerlukan biaya yang besar. Lantas siapa Jawa Energi?
"Bicara PLTU Cilacap 5.000 MW, itu bicara 7 tahun ke depan. Tidak tiba-tiba langsung 5.000 MW," kata Menteri ESDM Sudirman Said ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perusahaannya saya juga belum kenal dengan mereka, tapi saya dikenalkan oleh Bupati Cilacap," ucapnya.
Sudirman mengungkapkan, informasi yang diberikan Bupati Cilacap kepada dirinya, Jawa Energi merupakan perusahaan yang sudah teruji. Perusahaan ini mengoperasikan PLTU di Buleleng, Bali dan Kalimantan Utara.
"Bagi saya pertama-tama saya akan percaya orang dulu, sampai terbukti nggak bisa dipercaya. Saya akan menengok ke Buleleng dan Kalimantan," ungkapnya.
Ia menegaskan, bagi negara, apa yang dilakukan Jawa Energi justru sangat baik, karena bergerak sendiri, tanpa harus meminta jaminan listriknya dibeli dengan harga berapa oleh PLN.
"Ini IPP (Independent Power Producer/pembangkit listrik swasta) yang menarik dan semoga tidak ada masalah. Perusahaan ini tidak minta kontrak-kontrak dulu, berapa Power Purchase Agreement (PPA/harga listriknya), tapi mereka bangun dulu pembangkitnya baru PPA," katanya.
"Ini tidak melanggar aturan, mereka jalan sendiri, mereka berani bangun infrastruktur pembangkit dulu baru nanti bicara dengan PLN," tutupnya.
(rrd/dnl)











































