Dari data PT PLN (Persero), kontraktor atau investor Tiongkok mendominasi proyek listrik Fast Track Program (FTI) Tahap I 10.000 megawatt (MW). Tiongkok menyediakan mesin turbin, boiler, dan konstruksi pembangkit lainnya.
Berikut daftar proyek PLTU yang mengunakan barang buatan Tiongkok, seperti dikutip detikFinance, Senin (10/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- PLTU 1 Banten-Suralaya berkapasitas 1 x 625 MW
- PLTU 2 Banten-Labuan berkapasitas 2 x 300 MW
- PLTU 3 Banten-Lontar berkapasitas 3 x 315 MW
- PLTU 1 Jabar-Indramayu berkapasitas 3 x 330 MW
- PLTU 1 Jateng-Rembang berkapasitas 2 x 315 MW
- PLTU 2 Sultra-Kendari berkapasitas 2 x 10 MW
- PLTU 2 Jatim-Paiton berkapasitas 1 x 660 MW
- PLTU 2 Sulut-Amurang berkapasitas 2 x 25 MW
- PLTU 1 Jatim-Pacitan berkapasitas 2 x 315 MW
- PLTU Kepri-TB Karimun berkapasitas 2 x 7 MW
- PLTU 2 Jabar-Pelabuhan Ratu berkapasitas 3 x 350 MW
- PLTU Lampung-Tarahan Baru berkapasitas 2 x 100 MW
- PLTU 3 Babel-Bangka berkapasitas 2 x 30 MW
- PLTU Sulsel-Barru berkapasitas 2 x 50 MW
- PLTU 2 Sultra-Kendari berkapasitas 2 x 10 MW
- PLTU Kalsel-Asam-Asam berkapasitas 2 x 65 MW
- PLTU NAD-Nagan Raya berkapasitas 2 x 110 MW
- PLTU 1 NTT-Ende berkapasitas 2 x 7 MW
- PLTU 2 Jateng- Adipala berkapasitas 1 x 660 MW
- PLTU 3 Jatim- Tanjung Awar-Awar berkapasitas 2 x 350 MW
- PLTU 2 Sumut-Pangkalan Susu berkapasitas 2 x 220 MW
- PLTU Tenayan-Riau berkapasitas 2 x 110 MW
- PLTU 4 Babel-Belitung berkapasitas 2 x 16,5 MW
- PLTU Sumbar-Teluk Sihir berkapasitas 2 x 112 MW
- PLTU 1 Kalbar-Parit Baru berkapasitas 2 x 50 MW
- PLTU 2 Kalbar-Bengkayang berkapasitas 2 x 27,5 MW
- PLTU Kaltim-Teluk Balikpapan berkapasitas 2 x 110 MW
- PLTU 1 Kalteng-Pulang Pisau berkapasitas 2 x 60 MW
- PLTU 2 NTT-Kupang berkapasitas 2 x 16,5 MW
- PLTU 2 NTB-Lombok berkapasitas 2 x 25 MW
- PLTU Maluku-Ambon berkapasitas 2 x 15 MW
- PLTU Maluku Utara-Tidore berkapasitas 2 x 7 MW
- PLTU 1 NTB-Bima berkapasitas 2 x 10 MW
- PLTU 2 Papua-Jayapura berkapasitas 2 x 19 MW
"Saya harus ngomong apa adanya, harus diperbaiki. Kesalahannya ada di dua dunia usaha, yang di sini maupun yang di Indonesia. Saya berikan contoh power plant (pembangkit listrik). Kualitas yang sekarang ada, yang sudah dibangun, itu kualitasnya, kualitasnya kurang baik. Kurang baik. Ini yang harus diperbaiki," ungkap Jokowi dalam pertemuan 'Indonesia-China, Trade, Investment, and Economic, Hotel Kempinski, Beijing, Minggu (9/11/2014).
Jokowi menegaskan, peningkatan kualitas terhadap kontraktor Tiongkok dalam membangun pembangkit listrik terutama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), harus diperbaiki. Ia beralasan, beberapa tahun ke depan Indonesia membutuhkan banyak pembangunan PLTU untuk mengejar target pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 megawatt (MW).
"Ke depan kita masih banyak perlu power plant (pembangkit listrik). Tapi saya minta, karena ada yang baik, ada yang cukup, ada yang tidak baik. Nah, yang tidak baik dan yang cukup dihilangi, yang dibangun nanti semuanya yang baik," pesan Jokowi.
(rrd/dnl)











































