Jual Listrik ke PLN, Inalum Bisa Dapat Rp 2 Triliun

Jual Listrik ke PLN, Inalum Bisa Dapat Rp 2 Triliun

- detikFinance
Senin, 10 Nov 2014 15:52 WIB
Jual Listrik ke PLN, Inalum Bisa Dapat Rp 2 Triliun
Foto: Dok. Inalum
Jakarta - Selain bisa membantu penyaluran listrik bagi warga Sumatera Utara, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) juga mendapat keuntungan sekitar US$ 168 juta (Rp 200 triliun). Inalum dapat untung 8 sen untuk tiap kwh listrik yang dibeli PT PLN (Persero).

Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, ongkos produksi listrik Inalum selama ini hanya sebesar 1 sen. Sementara harga jual listriknya ke PLN sebesar 9 sen.

Dengan demikian, Inalum punya keuntungan sebesar 8 sen tiap kwh listrik yang dijual ke PLN untuk disalurkan ke warga Sumut. Dengan komitmen menyalurkan hingga 210 megawatt (MW), maka Inalum punya potensi pendapatan hingga Rp 2 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan (PLN) dengan membeli 9 sen, maka Inalum untung 8 sen. Berarti keuntungan beli listrik saja US$ 160 juta," kata Rini di kantornya, ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/11/2014).

Rini memastikan operasional BUMN yang sahamnya baru direbut dari Jepang itu tidak akan terganggu dengan penjualan listrik ini. Pasalnya, kebutuhan listrik Inalum 440 MW untuk memproduksi alumunium masih terpenuhi.

"Kalau dilihat dari biaya, Inalum itu sangat murah. Total yang Inalum gunakan adalah 440 mw untuk memproduksi 265.000 ton alumunium. Maka saya mengatakan, sudahlah karena harganya sangat murah dan kalau menghasilkan 265.000 alumunium, untungnya Inalum US$ 140 juta," kata Rini.

Rini mengatakan, awalnya PLN berniat membeli seluruh listrik Inalum. Namun Rini menolak permintaan tersebut karena Inalum juga harus tetap berbisnis dan memproduksi alumunium.

"Tadinya PLN mau (beli listrik) semuanya saja, dan saya bilang jangan. Karena industri ini juga perlu dipertahankan, dan kita mengharapkan pekerja tidak ada yang diberhentikan. Pekerja tetap ada di sana sambil mempersiapkan industri hilirnya. karena toh keuntungannya besar," ujarnya.

"Dari jual listrik saja US$ 160 juta ditambah lagi membuat alumunium, masih tetap untung," katanya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads