Harga BBM Naik, Konsumen Tunda Beli Kendaraan Sampai 5 Bulan

Harga BBM Naik, Konsumen Tunda Beli Kendaraan Sampai 5 Bulan

- detikFinance
Selasa, 11 Nov 2014 17:12 WIB
Harga BBM Naik, Konsumen Tunda Beli Kendaraan Sampai 5 Bulan
Jakarta - Pengusaha otomotif mendukung pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Meski begitu, kebijakan ini bisa berdampak negatif bagi industri otomotif seperti penundaan pembelian kendaraan bermotor.

Executive Vice President PT Astra Honda Motors Johannes Loman mengatakan, pihaknya mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi. Dia sepakat bahwa subsidi BBM yang nilainya ratusan triliun rupiah per tahun harus dialihkan ke hal-hal yang lebih produktif seperti pembangunan infrastruktur.

"Kami sangat mendukung, karena dana-dana itu akan dipakai ke hal-hal yang lebih riil dan membuat perekonomian menjadi lebih tumbuh lagi. Jangka panjangnya akan baik," kata Johannes usai menemui Menteri Perindustrian Saleh Husin di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (11/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Johannes mengakui bahwa kenaikan harga BBM akan berdampak dalam jangka pendek. Harga BBM yang lebih mahal membuat konsumen akan menghitung ulang pengeluaran. dan pada akhirnya menunda rencana untuk membeli kendaraan.

"Tapi itu short term (jangka pendek), 3-5 bulan. Setelah itu tumbuh lagi. Mereka akan menunda beli motor itu sesaat," tuturnya.

Johannes memperkirakan, pertumbuhan pembelian kendaraan bermotor pasca kenaikan BBM hanya akan berada di kisaran 5%. "Ya kira-kira segitu lah," ujarnya.

(zul/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads