Sibuknya Sudirman Said: Mulai Lelang Jabatan Sampai Bahas Blok Mahakam

Kinerja Menteri

Sibuknya Sudirman Said: Mulai Lelang Jabatan Sampai Bahas Blok Mahakam

- detikFinance
Selasa, 11 Nov 2014 20:05 WIB
Sibuknya Sudirman Said: Mulai Lelang Jabatan Sampai Bahas Blok Mahakam
Jakarta - Menteri ESDM Sudirman Said hari ini memulai kegiatannya dengan roadshow ke direktorat Kementerian ESDM. Setelah Ditjen Ketenagalistrikan kali ini ia menyambangi Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Sudirman di Ditjen migas datang pukul 07.30 WIB dan langsung menggelar rapat dengan jajaran eselon I Kementerian ESDM, seperti Sekjen Kementerian ESDM Teguh Pamudji, Dirjen Mineral dan Batu Bara R Sukhyar, Dirjen EBTKE Ruda Mulyana, Dirjen Listrik Jarman, serta Plh Dirjen Migas Naryanto Wagimin.

Usai menggelar rapat, Sudirman juga melakukan dialog langsung dengan para pekerja di Ditjen Migas. Hasil rapat dan dialog tersebut muncul usulan, agar dilakukan lelang terbuka untuk mengisi posisi Direktur Jenderal (Dirjen) atau eselon I dan eselon II di Kementerian ESDM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya baru bertemu dengan jajaran pejabat Ditjen Migas, dan dialog dengan para karyawannya. Dalam pertemuan itu saya jelaskan kembali, kenapa saya perlu melakukan penyegaran organisasi. Kedua saya tekankan, bahwa untuk membangun reputasi dan kepercayaan publik, perlu dikerjakan secara bersama-sama," kata Sudirman ditemui di kantor Ditjen Minyak dan Gas Bumi, Kuningan, Jakarta, Selasa (11/11/2014).

Sudirman menegaskan, sampai akhir tahun ini dirinya akan melakukan penyegaran organisasi di berbagai level Kementerian ESDM.

"Kita ingin terus melanjutkan penyegaran organisasi di berbagai level, tidak hanya eselon I, tapi juga di setiap direktorat. Bahkan sempat muncul ide dari Eselon I kenapa tidak ada lelang jabatan. Saya kita itu baik, dan kita akan lakukan," ujar Sudirman.

Usulan lelang jabatan tersebut ditanggapinya dengan serius. Siang itu juga ia berkonsultasi dengan mengundang Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi ke kantornya, untuk membicarakan bagaimana mekanisme lelang jabatan tersebut.

Usai pertemuan, Yuddy mengatakan, dalam undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan peraturan Menteri PAN RB, kementerian dapat membentuk panitia seleksi 5-9 orang untuk proses seleksi. Panitia terdiri dari kementerian yang melakukan lelang jabatan, Kementerian PAN, dan dari akademisi.

"Nanti diumumkan secara terbuka di internet dan koran jadi semua orang tahu. Nanti ada kompetensi standar dan golongan administrasi kepangkatan yang jadi syaratnya," ujar Yuddy.

Di tempat yang sama, Sudirman Said mengatakan, dia mengapresiasi Yuddy yang mau menjemput bola membantu kementeriannya. Lalu kapan lelang jabatan Dirjen Migas dilakukan?

"Begitu panitia/tim dibentuk langsung jalan. Sekarang prosesnya bisa dimulai," kata Sudirman.

Di tengah membahas lelang tersebut, Sudirman juga menyempatkan bertemu dengan Perwakilan Khusus Menteri Luar Negeri Prancis untuk Negara-Negara ASEAN Philippe Varin dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Corinne Breuze.

Mereka membahas banyak hal, mulai dari investasi perusahaan Prancis hingga masalah Blok Mahakam yang dikelola PT Total E&P Indonesie, di mana kontraknya berakhir pada 2017. Namun belum ada kejelasan kelanjutan status kontraknya.

"Yang dibahas di dalam tadi mulai dari Eramet (Weda Bay), Total E&P Indonesie, masalah elektrifikasi, dan kerja sama antara kedua negara," ungkap Dirjen Mineral Batu Bara Kementerian ESDM R Sukhyar, yang ikut dalam pertemuan tersebut.

Iya juga sempat menerima kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago di kantornya walaupun keduanya tidak mendetailkan hasil pertemuan tersebut.

Usai pertemuan-pertemuan tersebut, Sudirman melanjutkan rapat dengan Plt Direktur Utama Pertamina M Husen salah satu bahasannya mengenai nasib Blok Mahakam.

Di waktu yang bersamaan ia juga rapat dengan Direksi PT PLN (Persero), mulai dari Direktur Utama PLN Nur Pamudji, Direktur Konstruksi dan Energi Baru Terbarukan Nasri Sebayang, Direktur Pengadaan dan Energi Primer Bagio Riawan, Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi Murtaqi Syamsuddin, Direktur Keuangan Setio Anggoro Dewo, untuk membahas masalah kelanjutan rencana pembangunan pembangkit 35.000 MW.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads