Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Keuangan, sedang melakukan kalkulasi kenaikan harga BBM subsidi yang tepat. Ini salah satunya karena harga minyak dunia saat ini turun, hingga ke kisaran US$ 80 per barel.
"Tidak usah banyak-banyak skenario, kalau kebanyakan nanti bingung. paling banyak 3 saja, paling kurang dua," ujar Andrinof di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Andrinof, saat ini yang mendesak adalah pembangunan social safety net (jaring sosial), dan pembagian kartu pengaman sosial ke masyarakat. "Jangan nanti bikin keputusan mengejutkan tapi masyarakat tidak disiapkan," terangnya.
Selain itu, Andrinof mengatakan, Bank Indonesia (BI) juga telah memberikan masukan secara informal kepada pemerintah, soal besaran kenaikan harga BBM subsidi.
"Nanti kita akan bicara yang serius dengan BI," kata Andrinof.
(fiq/dnl)











































