Wacana Kenaikan Harga BBM Berlarut-larut, Konsumsi Melonjak

Wacana Kenaikan Harga BBM Berlarut-larut, Konsumsi Melonjak

- detikFinance
Kamis, 13 Nov 2014 14:57 WIB
Wacana Kenaikan Harga BBM Berlarut-larut, Konsumsi Melonjak
Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta pemerintah segera menaikkan harga BBM subsidi. Bila wacana kenaikan terus berlarut, konsumsi BBM subsidi akan meningkat dan dikhawatirkan tidak cukup sampai akhir tahun.

"Kami inginnya segera diumumkan, tapi kan yang punya wewenang Pak Presiden. Karena kondisi saat ini konsumsi BBM subsidi terus meningkat, akibat ada wacana kenaikan harga BBM," Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Andy mengungkapkan, kuota BBM subsidi Oktober sudah melewati batas 4%. Bila kondisi terus terjadi, maka jatah BBM subsidi diperkirakan tidak akan cukup sampai akhir tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kuota BBM subsidi Oktober saja sudah over (lewati batas) 4%. Jadi diperkirakan jatah BBM subsidi sebanyak 46 juta kilo liter tahun ini tidak akan cukup. Kalau tetap disalurkan BBM subsidi hingga 31 Desember, maka butuh tambahan sekitar 1 juta kiloliter lebih, tapi ini semua masih diverifikasi lagi," kata Andy.

Ia menambahkan, bila harga BBM subsidi segera dinaikkan, hal tersebut langsung berdampak pada penurunan konsumsi BBM subsidi.

"Kalau harga BBM naik konsumsi BBM pasti langsung turun, sehingga over kuota tidak akan terlalu banyak, mudah-mudahan 46 juta KL itu cukup sampai akhir tahun," ungkapnya.

Sebelumnya, Pertamina menyebutkan, realisasi penyaluran BBM bersubsidi hingga akhir September mencapai 34,9 juta kiloliter atau naik 1,7% dibandingkan dengan realisasi penyaluran pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data realisasi penyaluran BBM bersubsidi hingga 30 September 2014.

Premium telah tersalurkan sebanyak 22,24 juta KL atau naik tipis 1,9% dibandingkan kuartal III-2013. Adapun, realisasi penyaluran solar pada periode tersebut telah mencapai 11,94 juta KL atau tumbuh 3,9%.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads