"Kami inginnya segera diumumkan, tapi kan yang punya wewenang Pak Presiden. Karena kondisi saat ini konsumsi BBM subsidi terus meningkat, akibat ada wacana kenaikan harga BBM," Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/11/2014).
Andy mengungkapkan, kuota BBM subsidi Oktober sudah melewati batas 4%. Bila kondisi terus terjadi, maka jatah BBM subsidi diperkirakan tidak akan cukup sampai akhir tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, bila harga BBM subsidi segera dinaikkan, hal tersebut langsung berdampak pada penurunan konsumsi BBM subsidi.
"Kalau harga BBM naik konsumsi BBM pasti langsung turun, sehingga over kuota tidak akan terlalu banyak, mudah-mudahan 46 juta KL itu cukup sampai akhir tahun," ungkapnya.
Sebelumnya, Pertamina menyebutkan, realisasi penyaluran BBM bersubsidi hingga akhir September mencapai 34,9 juta kiloliter atau naik 1,7% dibandingkan dengan realisasi penyaluran pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data realisasi penyaluran BBM bersubsidi hingga 30 September 2014.
Premium telah tersalurkan sebanyak 22,24 juta KL atau naik tipis 1,9% dibandingkan kuartal III-2013. Adapun, realisasi penyaluran solar pada periode tersebut telah mencapai 11,94 juta KL atau tumbuh 3,9%.
(rrd/dnl)











































