"Jadi bangun PLTN ini butuh waktu sekitar 7-8 tahun, sangat lama," ujar Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto kepada detikFinance, Kamis (13/11/2014).
Djarot mengatakan, salah satu yang membuat pembangunan PLTN adalah birokrasi perizinan yang sangat banyak, apalagi ini pembangkit nuklir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, jika pemerintah punya komitmen mempercepat pembangunan PLTN pertama kali di Indonesia, tentu harus memangkas perizinan-perizinan yang memakan waktu tersebut.
"Perizinan harus dipermudah dan jumlahnya jangan terlalu banyak, kalau nggak kapan kita mau punya PLTN," tutupnya.
(rrd/dnl)











































