BATAN: Kebanyakan Birokrasi, Bangun PLTN di RI Butuh 7-8 Tahun

BATAN: Kebanyakan Birokrasi, Bangun PLTN di RI Butuh 7-8 Tahun

- detikFinance
Jumat, 14 Nov 2014 13:29 WIB
BATAN: Kebanyakan Birokrasi, Bangun PLTN di RI Butuh 7-8 Tahun
Jakarta - Rusia menyatakan minatnya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Batam, Kepulauan Riau. Namun untuk membangunnya tidak mudah, selain butuh dana besar, perizinan juga banyak.

"Jadi bangun PLTN ini butuh waktu sekitar 7-8 tahun, sangat lama," ujar Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto kepada detikFinance, Kamis (13/11/2014).

Djarot mengatakan, salah satu yang membuat pembangunan PLTN adalah birokrasi perizinan yang sangat banyak, apalagi ini pembangkit nuklir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagian besar waktu dihabiskan hanya untuk urus perizinan, yang pembangkit umum saja lama, apalagi ini nuklir," ucapnya.

Ia menegaskan, jika pemerintah punya komitmen mempercepat pembangunan PLTN pertama kali di Indonesia, tentu harus memangkas perizinan-perizinan yang memakan waktu tersebut.

"Perizinan harus dipermudah dan jumlahnya jangan terlalu banyak, kalau nggak kapan kita mau punya PLTN," tutupnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads