Nasib institusi seperti Petral, anak usaha PT Pertamina (Persero), juga akan ditentukan oleh komite ini. Sebelumnya, sejumlah pihak menyebutkan bahwa Petral menjadi wadah bagi para mafia migas.
Sudirman Said, Menteri ESDM, menyebutkan bahwa Komite Reformasi Tata Kelola Migas akan mengkaji keberadaan Pertal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Petral, menurut Sudirman, komite ini juga akan mempelajari peran SKK Migas. "Melalui adanya komite ini, diharapkan dapat ditetapkan formulasi kelembagaan SKK Migas yang sesuai dengan konstitusi dan dapat diandalkan untuk mempercepat kedaulatan energi," jelasnya.
Menurut Sudirman, keberadaan Komite Reformasi Tata Kelola Migas saja jelas tidak cukup untuk mewujudkan kedaulatan energi. "Karena itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM akan terus mengeluarkan kebijakan, regulasi, dan program kerja untuk mendobrak berbagai kebuntuan dan jebakan yang menghalangi upaya Indonesia mewujudkan kedaulatan energi," paparnya.
(dna/hds)











































