"Kilang Pertamina itu didesain untuk memproduksi dan memenuhi kebutuhan premium, kerosine (minyak mentah), dan solar, jadi memang tidak optimal. Jangan lupa kilang Pertamina juga memproduksi residu yang nilainya lebih murah dari minyak mentah atau BBM," ujar Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Senin (17/11/2014).
Ali mengatakan, kilang Pertamina dengan kilang minyak yang ada di Singapura tidak bisa dibandingkan secara apple to apple, karena kilang Singapura lebih didesain untuk menghasilkan produk BBM seperti Ron 90-95.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali menambahkan, Pertamina juga akan melakukan peremajaan kilang-kilang minyaknya, sehingga tidak lagi fokus pada produksi premium, minyak tanah dan solar saja menalinkan produksi BBM yang harga jualnya di atas harga jual minyak mentah.
"Pertamina akan lakukan peremajaan kilang dalam program Rencana Induk Pengembangan Pengilangan (RDMP) yang akan menambah kapasitas kilang serta lebih banyak menghasilkan produk BBM yang nilainya lebih mahal daripada minyak mentah," tutupnya.
(rrd/ang)











































