"Jadi dampaknya baik. Bagi Pertamina, cashflow (arus kas) makin lancar dan bertambah," jelas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina, M. Husen di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/11/2014).
Husen mengatakan, Pertamina sama sekali tidak rugi dengan kebijakan kenaikan harga BBM ini Rp 2.000/liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Husen mengakui, kenaikan harga BBM subsidi tersebut tidak bisa menahan jebolnya kuota BBM subsidi tahun ini, yang ditetapkan 46 juta kiloliter. Karena tahun ini tinggal sekitar 2 bulan lagi.
"Konsumsi BBM subsidi turun hanya beberapa hari saja. Jadi tidak bisa (mengerem jebolnya kuota). berdasarkan pengalaman kami (konsumsi) tidak besar turunnya," tutur Husen.
Pada kesempatan tersebut, Husen juga mengatakan, dirinya akan mengganti sebagian besar nozzle BBM subsidi di SPBU, menjadi nozzle BBM non subsidi. Tujuannya adalah mendorong masyarakat menggunakan BBM non subsidi.
(dnl/ang)











































