BI Dukung Kenaikan Harga BBM

BI Dukung Kenaikan Harga BBM

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2014 18:08 WIB
BI Dukung Kenaikan Harga BBM
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyambut positif kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Meski dalam jangka pendek menyebabkan tekanan inflasi, tetapi kebijakan ini akan menguntungkan dalam jangka menengah-panjang.

Demikian dikemukakan Agus DW Martowardojo, Gubernur BI, saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

"BI menyambut baik kebijakan reformasi fiskal pemerintah untuk realokasi subsidi BBM ke sektor produktif. Ini langkah mendasar dan bagian penting dalam reformasi struktural," tutur Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam jangka pendek, lanjut Agus, kenaikan harga BBM yang sebesar Rp 2.000/liter ini akan menimbulkan dampak inflasi. Dalam kajian BI, setiap kenaikan harga BBM sebesar Rp 1.000/liter akan menyebabkan tambahan inflasi sebesar 1,3%.

"Meski ada peningkatan harga dalam jangka pendek, tekanan inflasi diyakini akan tetap terkendali dan bersifat temporer," tegasnya.

Dalam jangka menengah-panjang, Agus meyakini kenaikan harga BBM akan membawa dampak positif. Kenaikan harga dapat mengerem laju konsumsi, sehingga impor pun turun. Penurunan impor BBM akan lebih sehat bagi neraca perdagangan dan transaksi berjalan, sehingga pada gilirannya akan membuat nilai tukar rupiah lebih stabil.

"Kebijakan tersebut dipercaya akan mengurangi defisit neraca berjalan, terutama migas. Ini juga akan meningkatkan kapasitas fiskal pemerintah dalam mendorong ekonomi lebih tinggi," jelasnya.

Oleh karena itu, Agus meyakini ekonomi pada 2015 bisa tumbuh lebih tinggi. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2014 di kisaran 5,4-5,8%, lebih baik dibandingkan prediksi untuk 2014 yaitu 5,1-5,5%.

(hds/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads