Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan penghematan Rp 9,5 triliun itu berdasarkan asumsi nilai tukar rupiah Rp 11.900/US$ dan Indonesian Crude Price (ICP) US$ 99 per barel.
"Saving-nya itu Rp 9,5 triliun. Untuk 1,5 bulan ke depan," ungkapnya di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (18/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan belum menyusun, jadi besaran saving persisnya setelah selesai dengan asumsi APBN perubahan 2015," sebutnya.
Namun perkiraan awal, ICP pada tahun depan diperkirakan di bawah US$ 100 per barel. Ini disimpulkan dari berbagai kemungkinan yang datang dari Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.
Sedangkan nilai tukar rupiah diproyeksi sedikit konservatif pada kisaran Rp 11.900/US$. Walaupun diharapkan adanya sentimen positif dari pasar akibat kebijakan pemerintah setelah menaikkan harga BBM subsidi.
"Jadi perhitungan awal kita Rp 110-140 triliun," tukasnya.
(mkl/ang)











































