"Kenaikan harga BBM ini memang akan membuat ekonomi kita agak terbata-bata. Namun itu tidak akan lama," kata Ketua Komite Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri kala ditemui detikFinance, Selasa (18/11/2014).
Faisal mencontohkan, dengan kenaikan harga BBM subsidi Rp 2.000 per liter, akan ada penyesuaian tarif angkutan umum seperti taksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, kalangan kelas menengah sendiri kemungkinan besar akan sedikit mengurangi pengeluaran sekunder dan tersier seperti makan malam di restoran atau nonton di bioskop.
"Artinya, omzet mal turun. Tapi itu 3 bulan saja, setelah itu dia cari obyekan, cari tambahan. Apalagi Januari upah atau gaji naik," katanya.
Ketika masa penyesuaian sudah berlalu, lanjut Faisal, aktivitas masyarakat akan kembali normal. "Orang tidak serta-merta akan mengorbankan kepentingannya, dia ingin mempertahankan gaya hidupnya. Kalau nonton ya tetap nonton, tidak tiba-tiba berhenti," tuturnya.
(rrd/hds)











































