"Mafia migas adalah para pemburu rente yang memiliki kedekatan dan pengaruh terhadap para pejabat tinggi pengambil keputusan yang berdampak pada tidak optimalnya produksi migas, inefisiensi, dan ekonomi biaya tinggi pada penyediaan BBM serta mata rantai supply gas. Hal tersebut juga difasilitasi oleh kelemahan peraturan yang berlaku," papar Faisal kepada detikFinance, Selasa (18/11/2014).
Faisal mengatakan, mafia migas inilah yang mempengaruhi kebijakan sehingga kilang minyak tidak dibangun, kapasitas tangki timbun BBM tidak ditambah, gas bumi lebih banyak diekspor, dan banyak lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahu tidak, hanya 1 perusahaan yang ikut tender di Petral? Pemilik perusahaannya siapa, beli minyaknya dari mana, harganya berapa, nggak ada yang tahu sama sekali," tutur Faisal.
(rrd/hds)











































