Lembaga Asing Ini Dukung Kenaikan Harga BBM

Lembaga Asing Ini Dukung Kenaikan Harga BBM

- detikFinance
Rabu, 19 Nov 2014 10:16 WIB
Lembaga Asing Ini Dukung Kenaikan Harga BBM
Jakarta - Langkah pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000/liter disambut positif investor pasar keuangan. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings juga mengapresiasi kebijakan ini.

Thomas Rookmaaker, Direktur Asia-Pacific Sovereigns Team Fitch Ratings, menyebutkan kenaikan harga BBM merupakan sinyal komitmen pemerintah untuk melakukan perbaikan ekonomi.

"Kenaikan harga BBM akan menyebabkan pemerintah memiliki ruang fiskal yang bisa dipakai untuk belanja modal. Selain itu, kenaikan harga BBM juga akan membantu perbaikan neraca perdagangan dan transaksi berjalan," kata Rookmaaker dalam siaran tertulis, Rabu (19/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rookmaaker, kenaikan harga memang tidak langsung mengurangi konsumsi BBM bersubsidi. Namun, kenaikan harga BBM tetap berdampak positif yaitu meningkatkan kepercayaan investor bahwa pemerintah siap untuk melakukan perubahan.

"Apalagi dibandingkan negara-negara di kelompoknya, anggaran subsidi di Indonesia termasuk tinggi," ujar Rookmaker.

Dengan belanja modal yang bertambah, menurut Rookmaaker, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya kemampuan membangun lebih banyak infrastruktur. Pembangunan infrastruktur merupakan syarat tumbuhnya industri manufaktur.

"Indonesia sangat membutuhkan lebih banyak industri manufaktur. Ini agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor komoditas," tegas Rookmaaker.

Kenaikan harga BBM saja, lanjut Rookmaaker, belum cukup bagi Indonesia untuk melakukan reformasi struktural. Ke depan, perlu dipertimbangkan skema subsidi BBM tetap per liter agar mempermudah pengelolaan anggaran negara.

"Mekanisme penentuan harga seperti subsidi tetap akan membuat anggaran negara bisa lebih fleksibel menghadapi fluktuasi harga minyak. Namun sampai saat ini belum ada pembicaraan ke arah sana," sebutnya.

Namun, Fitch belum menaikkan peringkat (rating) utang Indonesia meski harga BBM sudah naik. Fitch tetap memberikan rating BBB- dengan outlook stabil kepada Indonesia.

Fitch juga masih belum mengubah proyeksi defisit anggaran negara 2014 yaitu 2,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). "Walau harga BBM naik, belanja pemerintah tetap tinggi karena ada tambahan belanja modal," sebut Rookmaaker.

(hds/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads