"Saya itu diberi 4 tugas pokok untuk mereformasi tata kelola migas di Indonesia. Tapi kami akan tambah sendiri nantinya jadi 5-7 tugas," ujar Ketua Komite Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri saat ditemui detikFinance, Selasa (18/11/2014).
Salah satu tugas tambahan untuk komite tersebut, kata Faisal, adalah memasukkan asas keadilan antar generasi dalam pengelolaan migas. Jangan sampai migas dihambur-hamburkan sekarang sehingga di masa depan jumlahnya tinggal sangat sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan, cadangan minyak nasional saat ini hanya tersisa 3,6 miliar barel. Dengan produksi Januari-September rata-rata 792.000 barel per hari, maka diperkirakan cadangan minyak nasional akan habis 13 tahun lagi.
"Jadi anak-cucu kita 13 tahun lagi sudah nggak punya minyak. Mereka harus beli minyak dengan harga internasional, yang kita nggak tahu lagi berapa harganya. Kan nggak adil," tegasnya.
(rrd/hds)











































