Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, selama ini subsidi yang dikeluarkan pemerintah digunakan untuk hal-hal yang kurang produktif dan cenderung sia-sia.
"Dalam 5 tahun terakhir, Rp 714 triliun kita bakar," tegas Sofyan di acara Rapat Kerja Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (21/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar 52% irigasi kita rusak, akibatnya produksi pangan turun. Kita makin tergantung dengan impor beras, gula, dan lain-lain. Nggak ada uang untuk perbaiki irigasi akibat subsidi yang dikeluarkan nggak tepat sasaran," tegasnya.
Selain itu, lanjut Sofyan, pembangunan energi juga kurang memadai. Akibatnya sejumlah wilayah di Indonesia mengalami krisis listrik, seperti Sumatera Utara.
"Akibat bakar subsidi, listrik mati di mana-mana. Kita syukuri di Jakarta bisa hidup, di Medan di mana-mana mati," katanya.
โOleh karena itu, subsidi BBM harus dialihkan untuk mendukung kedaulatan pangan dan energi. Dana hasil pengalihan subsidi bisa digunakan untuk membangun infrastruktur pertanian dan kelistrikan.
"Ada sesuatu yang kita bangun. Pelabuhan, irigasi, kita bantu petani dengan bibit yang lebih baik, sehingga nggak ketergantungan impor," tuturnya.
(zul/hds)











































