Cerita Mantan Kepala BP Migas Soal Godaan Pindah ke Gedung Mewah

Cerita Mantan Kepala BP Migas Soal Godaan Pindah ke Gedung Mewah

- detikFinance
Jumat, 21 Nov 2014 13:29 WIB
Cerita Mantan Kepala BP Migas Soal Godaan Pindah ke Gedung Mewah
Jakarta - Bukan rahasia lagi, godaan bekerja sebagai pejabat BP Migas yang sekarang namanya berubah menjadi SKK Migas sangat besar. Ini diakui oleh Kardaya Warnika, mantan Kepala BP Migas tahun 2005-2008.

Kardaya yang saat ini menjabat Ketua Komisi VII DPR ini mengatakan, saat dia menjabat Kepala BP Migas, kantor BP Migas di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

"Dari dulu waktu saya di BP Migas yang kantornya di Patra Jasa, banyak sekali godaan, supaya kita pindah ke depan (Plaza Sentral Wisma Mulia). Cuma saya berusaha sekuat tenaga jangan sampai pindah," jelas Kardaya usai serah terima jabatan Kepala SKK Migas di kantor SKK Migas, Plaza Sentral, Jakarta, Jumat (21/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan Kardaya tidak mau pindah adalah, karena Gedung Patra Jasa dimiliki oleh Pertamina, jadi biaya sewa masuk ke perusahaan milik negara. "Kalau gedung baru ini kan punya swasta," ujar Kardaya.

Status gedung BP Migas saat itu yang masih menyewa, menjadi alasan dirinya tidak mau pindah. "Kecuali BP Migas saat itu punya gedung sendiri," katanya.

"Saya lupa siapa yang menggoda. Ada pimpinan di dalam BP Migas yang ngotot agar kita segera pindah. Godaan supaya kita pindah," tambah Kardaya.

Sementara soal ruangan megah dan mewah di SKK Migas, Kardaya mengatakan tidak pantas ada ruang seluas itu untuk sebuah lembaga SKK Migas.

"Menurut saya punya malulah, masa ada ruangan begitu. Kalau semangatnya pemerintah sekarang mau irit-irit," jelasnya.

(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads