"Kuota ekspor kan dibatasi 304.000 ton selama 6 bulan. Sekarang sudah ekspor sekitar 108 ribu ton," kata Manajer Proses dan Pembangkit Listrik PT NNT Ilyas Yamin di kantornya, Sumbawa Barat, NTB, Jumat (21/11/2014).
Gudang konsentrat PT NNT berkapasitas 93.000 ton. Ketika larangan ekspor berlaku di Januari 2014, secara otomatis konsentrat tidak bisa keluar dari gudang. Akibatnya, konsentrat memenuhi gudang sampai ke langit-langit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dikapalkan ke Gresik, konsentrat dari PT NNT kini diekspor ke Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang. Sejak ada pembatasan kuota ekspor, Ilyas mengatakan bahwa pihaknya memang tidak memproduksi maksimal.
"Kita tidak bisa berlari seperti yang kita mau. Sekarang lebih rendah dari rentang kemampuan kita," ucapnya.
(imk/hds)










































