Pada 18 Oktober 2014 lalu, India yang dipimpin Perdana Menteri baru Narendra Modi melakukan reformasi ekonomi, dengan menghapus subsidi untuk solar atau minyak diesel.
India memang salah satu negara pengimpor minyak yang cukup besar. India tahun lalu mengimpor 3,86 juta barel minyak per hari, atau hampir 80% dari kebutuhan minyak nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengikuti India, Malaysia juga akan menghapus subsidi untuk seluruh jenis BBM yang dijual. Kebijakan ini akan dilakukan pemerintah Malaysia mulai 1 Desember 2014.
Lewat kebijakan penghapusan subsidi BBM ini, pemerintah Malaysia akan menghemat anggaran sekitar 20 miliar ringgit (US$ 5,97 miliar) per tahun, bila dirupiahkan sekitar Rp 71 triliun.
Langkah Malaysia ini dilakukan setelah Indonesia menaikkan harga BBM subsidi, dan India menghapus subsidi BBM di tengah penurunan tajam harga minyak dunia. Negara-negara ini melakukan langkah pengurangan subsidi untuk menekan defisit anggaran yang terjadi.
Selain subsidi, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan pemerintahannya akan memangkas belanja pemerintah. Kemudian juga menaikkan sejumlah tarif pajak tahun depan.
Adapun jenis BBM yang disubsidi oleh Malaysia adalah bensin RON 95 sekelas pertamax plus, serta solar.
Keputusan menghapus subsidi BBM ini diapresiasi oleh pengamat ekonomi di Malaysia. "Ini akan sangat positif untuk anggaran. Defisit anggaran bakal turun menjadi 1% dari PDB tahun depan, dari sebelumnya 3%. Ini kebijakan mengesankan," tutur Kepala Riset Standard Chartered Bank untuk Asia Tenggara, Edward Lee, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (22/11/2014).
Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia telah menghabiskan sekitar 24 miliar ringgit (US$ 7,34 miliar), atau sekitar Rp 88 triliun untuk subsidi BBM. Ini membuat defisit anggarannya menjadi salah satu yang tertinggi di ASEAN.
Memang penghapusan subsidi BBM ini akan menaikkan inflasi, namun akan kembali normal kembali.
Pada 2013 lalu, defisit anggaran Malaysia mencapai 3,9% dari PDB, tahun ini bisa mencapai 3,5%, dan tahun depan 3%. Namun dengan penghapusan subsidi BBM ini, maka defisit bakal tertekan.
(dnl/dnl)











































