Konsumsi Bensin Premium Turun 6%, Kuota BBM Subsidi Tetap Jebol

Konsumsi Bensin Premium Turun 6%, Kuota BBM Subsidi Tetap Jebol

- detikFinance
Minggu, 23 Nov 2014 14:23 WIB
Konsumsi Bensin Premium Turun 6%, Kuota BBM Subsidi Tetap Jebol
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebanyak 46 juta kiloliter (KL) di APBN-P 2014 tidak akan cukup hingga akhir tahun. Kuota BBM subsidi tak akan cukup meski pasca kenaikan harga BBM ada tren penurunan konsumsi bensin premium rata-rata harian hingga turun 6%.

"Kenaikan harga BBM memang membuat konsumsi BBM dalam beberapa hari terakhir ini turun, tapi tidak signifikan, sehingga kami perkirakan kuota BBM subsidi jebol, pasti jebol," ujar Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution PT Pertamina Suhartoko, kepada detikFinance, Minggu (23/11/2014).

Sebelum pemerintah menaikkan harga BBM Selasa (18/11) pukul 00.00 WIB sebesar Rp 2.000 per liter, Pertamina memperkirakan kuota BBM subsidi akan jebol sebanyak 1,6 juta kiloliter atau totalnya 47,6 juta KL.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum harga BBM subsidi naik, konsumsi premium harian mencapai 82.000 KL/hari, namun saat ini hanya sekitar 77.000 KL/hari atau turun 6%.

"Kami akan menghitungnya berapa besar jebolnya kuota BBM subsidi dalam dua minggu ini," kata Suhartoko.

Ia menjelaskan turunnya konsumsi bensin premium kurang lebih sepekan pasca harga BBM naik lebih karena stok BBM di kendaraan masyarakat masih tersedia.

"Sebagian besar kendaraan sudah isi full-tank sebelum kenaikan harga terutama mobil, jadi mungkin baru akan isi lagi dalam beberapa hari lagi, baru kita bisa lihat konsumsi premium masih tinggi apa tidak, berapa jebolnya dan upaya apa lagi yang bisa dilakukan untuk mengurangi jebolnya kuota BBM subsidi," kata Suhartoko.

Presiden Jokowi telah menaikkan harga BBM subsidi (Premium dan Solar) mulai Pukul 00.00 WIB, Selasa (18/11/2014), atau telah berlangsung 6 hari yang lalu. Harga bensin premium naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500/liter, sedangkan solar naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500/liter atau naik Rp 2.000/liter.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads