"Kenaikan harga BBM memang membuat konsumsi BBM dalam beberapa hari terakhir ini turun, tapi tidak signifikan, sehingga kami perkirakan kuota BBM subsidi jebol, pasti jebol," ujar Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution PT Pertamina Suhartoko, kepada detikFinance, Minggu (23/11/2014).
Sebelum pemerintah menaikkan harga BBM Selasa (18/11) pukul 00.00 WIB sebesar Rp 2.000 per liter, Pertamina memperkirakan kuota BBM subsidi akan jebol sebanyak 1,6 juta kiloliter atau totalnya 47,6 juta KL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan menghitungnya berapa besar jebolnya kuota BBM subsidi dalam dua minggu ini," kata Suhartoko.
Ia menjelaskan turunnya konsumsi bensin premium kurang lebih sepekan pasca harga BBM naik lebih karena stok BBM di kendaraan masyarakat masih tersedia.
"Sebagian besar kendaraan sudah isi full-tank sebelum kenaikan harga terutama mobil, jadi mungkin baru akan isi lagi dalam beberapa hari lagi, baru kita bisa lihat konsumsi premium masih tinggi apa tidak, berapa jebolnya dan upaya apa lagi yang bisa dilakukan untuk mengurangi jebolnya kuota BBM subsidi," kata Suhartoko.
Presiden Jokowi telah menaikkan harga BBM subsidi (Premium dan Solar) mulai Pukul 00.00 WIB, Selasa (18/11/2014), atau telah berlangsung 6 hari yang lalu. Harga bensin premium naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500/liter, sedangkan solar naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500/liter atau naik Rp 2.000/liter.
(rrd/hen)











































