Faisal mengatakan, fokus utama timnya adalah menyoroti dan mengkaji secara keseluruhan anak usaha Pertamina, yakni Pertamina Energy Trading Ltd (PT Petral).
"Kasihan kalau seluruh orang Pertamina dicap jadi jelek," ujar Faisal ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (24/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita cari yang kredibel dan yang punya pengalaman, dia orang berani mati, Daniel Purba sudah teruji integritasnya cukup," katanya.
Faisal menambahkan, timnya saat ini sudah bekerja, dan menargetkan sebelum 6 bulan semua pekerjaan sudah selesai.
"Kami menargetkan diri kami sendiri pekerjaan selesai sebelum 6 bulan. Ada laporan bulanan yang kami sampaikan kepada Menteri (ESDM), bahwa ada yang urgent terkait dengan kepentingan nasional terutama BBM dan segala macam untuk segera ditindaklanjuti," tutupnya.
(rrd/dnl)











































