Faisal Basri: Saya Minta Pertamina Buka Data Impor dan Produksi BBM

Faisal Basri: Saya Minta Pertamina Buka Data Impor dan Produksi BBM

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2014 14:24 WIB
Faisal Basri: Saya Minta Pertamina Buka Data Impor dan Produksi BBM
Jakarta - Tim Reformasi Tata Kelola Migas meminta PT Pertamina (Persero) membuka jumlah BBM yang diimpor, serta biaya produksi BBM yang dikeluarkan Pertamina.

Ini terkait dengan pembentukan harga BBM non subsidi seperti Pertamax. Biaya impor BBM akan menentukan berapa ongkos produksi dan pembentukan harga tersebut.

Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri mengatakan, dirinya meminta Menteri ESDM Sudirman Said memerintahkan Pertamina membuka data-data BBM yang diimpor Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menuntut ke Pak Menteri untuk dibuka ke publik. Dibuka semua ini terkait dengan ongkosnya. Harga premium sudah Rp 8.500, pertamax Rp 9 950, jadi Rp 9.500 sudah untung. Yang namanya Rp 8.500 itu premium yang kita produksi Ron 88 tapi nggak cukup di-blending Ron 92," kata Faisal di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Bila semua data ini didapatkan, Faisal mengatakan, pihaknya bisa melakukan pembandingan dengan biaya di negara lain. Sehingga di masyarakat tidak terjadi perdebatan soal harga BBM yang ditetapkan oleh Pertamina. "Pemerintah harus minta Pertamina untuk buka," ujar Faisal.

Selain itu, pasca kenaikan harga BBM subsidi, Faisal juga ingin Pertamina membuka secara transparan berapa persisnya konsumsi pertamax yang naik. Karena ini terkait dengan jumlah bensin pertamax yang diimpor oleh Pertamina.

(dnl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads