Ini terkait dengan pembentukan harga BBM non subsidi seperti Pertamax. Biaya impor BBM akan menentukan berapa ongkos produksi dan pembentukan harga tersebut.
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri mengatakan, dirinya meminta Menteri ESDM Sudirman Said memerintahkan Pertamina membuka data-data BBM yang diimpor Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila semua data ini didapatkan, Faisal mengatakan, pihaknya bisa melakukan pembandingan dengan biaya di negara lain. Sehingga di masyarakat tidak terjadi perdebatan soal harga BBM yang ditetapkan oleh Pertamina. "Pemerintah harus minta Pertamina untuk buka," ujar Faisal.
Selain itu, pasca kenaikan harga BBM subsidi, Faisal juga ingin Pertamina membuka secara transparan berapa persisnya konsumsi pertamax yang naik. Karena ini terkait dengan jumlah bensin pertamax yang diimpor oleh Pertamina.
(dnl/hds)











































