Dari Tenaga Air, RI Bisa Bangun Setara 15 Proyek PLTU 'Raksasa' Cilacap

Dari Tenaga Air, RI Bisa Bangun Setara 15 Proyek PLTU 'Raksasa' Cilacap

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2014 15:05 WIB
Dari Tenaga Air, RI Bisa Bangun Setara 15 Proyek PLTU Raksasa Cilacap
ilustrasi
Jakarta - Indonesia menyimpan potensi sumber daya air yang sangat besar. Misalnya untuk penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), ada potensi daya listrik sekitar 75 giga watt (GW).

Potensi ini setara dengan 75.000 MW atau setara dengan 15 kali proyek PLTU 'raksasa' 5.000 MW di Cilacap, Jawa Tengah, yang akan segera dibangun pemerintah, yang butuh dana Rp 100 triliun.

Direktur Jenderal Sumberdaya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Mudjiadi mengungkap potensi listrik sebesar 75 giga watt itu dapat dihasilkan oleh PLTA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alternatif sumber energi yang terbaharukan dan ramah lingkungan perlu dikembangkan dari air yaitu PLTA," kata Mudjiadi dalam diskusi Indonesia Water Learning Week di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Menurutnya saat ini baru 5,25% dari potensi yang telah berhasil dimanfaatkan menjadi listrik. "Potensi PLTA di Indonesia sangat besar yaitu sebesar 75 GW sedangkan yang telah dikembangkan baru sekitar 5,25%," tuturnya.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah lewat Kementerian PU Pera akan mensinergikan pembangunan PLTA dengan pembangunan Bendungan yang ditargetkan dapat berdiri sebanyak 29 unit PLTA sepanjang masa pemerintahan Kabinet Kerja hingga tahun 2019.

"Pemerintah pada Tahun 2014-2019 merencanakan pembangunan 50 bendungan. Dari jumlah itu diharapkan tahun 2019 dapat diselesaikan 29 bendungan. Diharapkan dapat mendukung percepatan pemanfaatan potensi air yang ada untuk air baku dan pembangkit listrik tenaga air," tegasnya.

Ia tak merinci berapa besar listrik yang dapat dihasilkan oleh 29 PLTA yang terdapat pada bendungan-bendungan yang akan dibangun tersebut.

"Kita akan hitung dulu. Karena itu kan, kapasitas Bendungan dan PLTA-nya kan jelas lain-lain. Bendungan yang ada kan nggak besar-besar semua, banyak yang kecil-kecil-kecil juga. Jadi butuh dihitung masing-masing semua," katanya.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads