"Pencurian minyak dalam beberapa minggu ini marak terjadi. Namun yang tertangkap hanya pemain kecil saja. Sementara pemodal besarnya, atau pemain besarnya tidak pernah terungkap," ujar Manajer Humas Pertamina EP Muhammad Baron, kepada detikFinance, Senin (24/11/2014).
Baron menceritakan soal kasus pencurian minyak mentah yang terjadi pada 28 September lalu. Pencurian terjadi di kilometer 19 pipa minyak pertamina. Lokasi tepatnya di Indralaya, kabupaten Ogan Ilir. Pencurian dilakukan dengan melubangi pipa dan disambung dengan pipa panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baron menambahkan, pencurian minyak di fasilitas pipa minyak mentah Pertamina EP sudah bertahun-tahun terjadi. Namun sampai saat ini belum terungkap pemodal besarnya, karena ada sindikat yang sangat rapi.
"Seperti di pipa Tempino-Plaju sepanjang 265 Km, kami ganti pipa minyak dan dipendam ke dalam tanah tapi sudah ada yang tapping (melubangi). Di lokasi ini ada sindikat pelaku pencurian minyak yang sangat rapi, ada pula lokasi pipa Prabumulih-Plaju sepanjang 92 Km, beberapa kali terjadi pencurian minyak dengan illegal tapping, di sini ada sindikat yang berkelompok," tutupnya.
(rrd/dnl)











































