Pulau Karimun Bakal Punya Pembangkit Listrik Batu Bara Senilai Rp 720 Miliar

Pulau Karimun Bakal Punya Pembangkit Listrik Batu Bara Senilai Rp 720 Miliar

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2014 18:26 WIB
Pulau Karimun Bakal Punya Pembangkit Listrik Batu Bara Senilai Rp 720 Miliar
ilustrasi
Jakarta - Pulau Karimun di provinsi Kepulauan Riau bakal punya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2x20MW. PLTU senilai US$ 60 juta atau sekitar Rp 720 miliar merupakan tahap awal dari rencana hingga 120 MW sebagai proyek listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).

Investor proyek ini yaitu PT Sumberdaya Sewatama, melalui anak usahanya PT Karimun Power Plant (KPP) telah mendapatkan Penetapan Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Kawasan Pulau Karimun Zona II Kabupaten Karimun. Penetapan Izin Wilayah Usaha ini di keluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 31 Oktober 2014.

Direktur Utama PT Sumberdaya Sewatama N. Hasto Kristiyono mengatakan bersyukur mendapatkan kepercayaan dari kementrian ESDM dan PT PLN (Persero) untuk dapat menjadi mitra dalam membangun infrastruktur kelistrikan di Pulau Karimun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kepercayaan yang diberikan ini menjadikan kami bersemangat untuk memastikan terselesaikannya pembangunan sesuai tenggat waktu untuk membantu pemerintah memenuhi kebutuhan akan solusi kelistrikan di Pulau Karimun yang saat ini masih mengalami kekurangan," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/11/2014).

Ia mengatakan belum lama ini perseroan juga berhasil melakukan penetrasi internasional dengan memenangkan tender temporary power ke Thailand sebesar 9 Megawatt (MW).

โ€œSewatama siap mendukung pendanaan yang diperlukan untuk membangun PLTU Karimun tahap pertama sebesar 2x20MW. Dana yang disiapkan akan mencapai US$ 60 juta yang diambil melalui dana internal perusahaan dan pinjaman Bank," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama KPP, Elan Badral Fuadi menjelaskan bahwa KPP dengan segenap tim ahli dibidangnya siap membangun wilayah kepulauan tersebut melalui pengadaan infrastruktur kelistrikan, terutama di zona II, dimana terletak berbagai kawasan industri yang memerlukan pasokan listrik yang handal untuk memastikan kelancaran keseharian perindustrian di wilayah tersebut.

Selain itu, perseroan juga siap memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat dengan menjual excess power yang dihasilkan melalui PLN untuk disalurkan kembali ke masyarakat.

โ€œLahan PLTU Karimun telah kami siapkan dan pasokan batubaranya juga telah kami amankan untuk operasional PLTU dalam jangka waktu 20 tahun kedepan bahkan mencukupi hingga pengembangan pembangunan PLTU sebesar 120 MW," kata Elan.

Elan mengatakan perseroan menggunakan batu bara lokal dengan teknologi boiler CFB (Circulating Fluidized Bed), yaitu teknologi boiler pembangkit tenaga listrik untuk batu bara rendah kalori yang effisien dan ramah lingkungan.

"Dengan teknologi tersebut, kami ingin meningkatkan penggunaan batubara lokal untuk menggairahkan industri dan memanfaatkan kandungan batubara yang ada di Sumatera Utara," katanya.

Ia menambahkan saat ini KPP sudah memiliki izin AMDAL dan kini dalam tahap persiapan pelaksanaan, studi lingkungan, pemantapan lahan dan pengukuran tapak. Hal ini diperlukan sebagai langkah awal dalam pembangunan pembangkit. Tanah yang kami sediakan, 27,7 hektar siap untuk menampung kegiatan pembangunan pembangkit skala awal, 2x20 MW dan pengembangan hingga 120 MW.

"Awal Januari 2015 kami siap melakukan penanaman konstruksi PLTU Karimun," katanya.

Kepulauan Karimun telah diresmikan sebagai kepulauan perdagangan bebas/Free Trade Zone (FTZ) serta daerah perekonomian baru Coastal Area oleh pemerintah pada tahun 2009 bersamaan dengan kepulauan Bintan dan Batam. Luas wilayah FTZ Karimun adalah 9.666 hektar yang terdiri dari sebagian dari wilayah Pulau Karimun dan seluruh Pulau Karimun Anak. Adapun jenis usaha yang dikembangkan antara lain industri galangan kapal, pariwisata, dan pertanian.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads