Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, tugas pertama tim ini adalah membuat industri migas Indonesia transparan dan terang benderang.
"Semua orang tahu bahwa potensi migas dan segala yang terkait migas itu dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Selama ini semua orang tahu bahwa sektor itu masih abu-abu, bahkan gelap. Banyak isu, rumor, mungkin kita tidak bisa buktikan mengenai mafia migas dan lain-lain," kata Sofyan di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (25/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat kerja tim ini, pemerintah ingin mengetahui juga cara meningkatkan produktivitas di sektor migas, mempermudah perizinan, sehingga cadangan migas meningkat.
"Kita tahu cadangan minyak kita tinggal 11 tahun. Padahal orang tahu cadangan minyak kita di laut sangat banyak cekungan yang belum dieksplorasi," ujar Sofyan.
Oleh sebab itu, perizinan bagi investor di sektor ini tidak boleh diperlambat. Harus ada reformasi dan perubahan perizinan sektor migas.
"Namun juga bagaimana kita buat sektor ini transparan, karena sektor ini hajat hidup orang banyak," jelas Sofyan.
(dnl/hen)











































