Pertamina Perkirakan Jatah BBM Subsidi Jebol Sampai 1,7 Juta Kiloliter

Pertamina Perkirakan Jatah BBM Subsidi Jebol Sampai 1,7 Juta Kiloliter

- detikFinance
Selasa, 25 Nov 2014 17:25 WIB
Pertamina Perkirakan Jatah BBM Subsidi Jebol Sampai 1,7 Juta Kiloliter
Jakarta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi memang mampu menekan konsumsi barang ini. Namun karena baru dinaikkan jelang akhir tahun, konsumsi BBM subsidi hanya dapat ditekan 300.000 kiloliter (KL).

"Sebelum ada kenaikan harga BBM atau sebelum 18 November kemarin, kita hitung-hitung jatah BBM subsidi akan defisit sebanyak 1,9 juta KL," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya ditemui di SPDN Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (25/11/2014).

Hanung mengatakan, namun setelah ada kenaikan harga BBM Rp 2.000 per liter, diperkirakan ada ada penurunan defisit jatah BBM subsidi sebanyak 1,6-1,7 juta KL.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah naik Rp 2.000 per liter kita hitung-hitung prognosa over kuota sebesar 1,6-1,7 juta KL. Jadi dengan kenaikan harga BBM, ada penghematan atau penurunan konsumsi 200.000-300.000 KL sampai akhir tahun ini," ungkapnya.

Pertamina memperkirakan jatah BBM subsidi akan habis sekitar tanggal 20 Desember. Namun dia meminta masyarakat agar tidak panik.

"Awalnya di tanggal 20-an ya, mundur beberapa hari saja. Tapi nggak usah khawatir tentang kuota. Pertamina jamin pasokan BBM subsidi tetap ada. Nanti Kementerian Keuangan akan rapat dengan Pertamina untuk hitung-hitungan kuota, berapa dana subsidi yang diperlukan untuk tambahan kuota," jelasnya.

(rrd/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads