Cerita Menkeu Bambang: Di Arab Saudi, BBM Dijual Lebih Murah dari Air Mineral!

Cerita Menkeu Bambang: Di Arab Saudi, BBM Dijual Lebih Murah dari Air Mineral!

- detikFinance
Rabu, 26 Nov 2014 11:40 WIB
Cerita Menkeu Bambang: Di Arab Saudi, BBM Dijual Lebih Murah dari Air Mineral!
Suasana pengisian bahan bakar di Riyadh, Arab Saudi (Foto: Reuters)
Jakarta - Sepertinya sudah sulit bagi Indonesia untuk berharap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) murah. Pasalnya, Indonesia sudah menjadi negara importir minyak.

Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan, menyebutkan setiap hari Indonesia harus mengimpor 700.000 barel minyak. Jumlah tersebut adalah separuh dari kebutuhan minyak nasional.

Oleh karena itu, Bambang kembali mengingatkan bahwa Indonesia bukan lagi berstatus sebagai negara kaya minyak. Sangat jauh dibandingkan dengan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak alias OPEC seperti Arab Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Arab Saudi adalah net exporter, mereka adalah yang terbesar di dunia. Sehingga bisa menjual BBM lebih murah dari air mineral," ungkap Bambang dalam acara Indonesia Investment Forum di Grand Hotel Hyatt, Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Data US Energy Information Administration menyebutkan bahwa saat ini wilayah Arab Saudi menyimpan 16% cadangan minyak dunia. Tahun lalu, produksi minyak negara ini mencapai lebih dari 11 juta barel/hari.

"Itu karena begitu besarnya, minyak mereka diekspor. Mereka lah eksportir terbesar di dunia," sebut Bambang, yang pernah berdinas di Jeddah (Arab Saudi) kala berkarir di Bank Pembangunan Islam (IDB).

Sedangkan Indonesia, tambah Bambang, sudah bukan lagi anggota OPEC. Karena sudah tidak lagi menjadi negara eksportir minyak Indonesia mundur dari OPEC pada 2008.

"Indonesia produksi minyaknya hanya setengah dari konsumsi, sehingga mengandalkan impor. Kita juga tidak bagian dari OPEC," kata Bambang.

Untuk mengantisipasi posisi sebagai importir, menurut Bambang, maka perlu dilakukan diversifikasi energi. Seperti yang dilakukan oleh Brasil dan Thailand.

"Thailand dan Brasil menggunakan energi alternatif. Di Thailand dengan gas, Brasil dengan bioetanol. Kita memiliki keduanya," tutur Bambang.

(mkl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads