"Banyak pihak mengkritik kebijakan yang tidak populer pemerintah menaikkan harga BBM subsidi yang akan membuat kemiskinan makin meningkat, padahal tidak ada hubungannya. Justru harga BBM naik angka kemiskinan turun," ujar Sudirman di Ruang Komite II DPD RI, Rabu (26/11/2014).
Sudirman mengatakan, sudah disadari lama, BBM subsidi banyak dinikmati kalangan masyarakat kelas menengah-atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Justru, kata Sudirman, di kala pemerintah menaikkan harga BBM subsidi kemudian mengalihkan penghematan anggaran subsidi untuk pembangunan infrastruktur dan melindungi rakyat miskin, angka kemiskinan justru turun.
"Berdasarkan data sejak 2003, harga BBM dinaikkan sampai sekarang, ketika beberapa kali harga BBM naik justru angka kemiskinan turun," ucapnya.
"Pemerintah harus berani ambil keputusan yang tidak populer ini. Karena tidak ada negara yang maju, atau banyak negara yang tertinggal ternyata terlalu banyak memanjakan masyarakatnya dengan memberikan subsidi, ini terjadi karena masyarakatnya tidak dilatih memenuhi kebutuhannya sesuai harga yang rill," tutupnya.
(rrd/dnl)











































