Jokowi Naikkan Harga BBM, Menteri ESDM: Harus Berani Ambil Keputusan Tak Populer

Jokowi Naikkan Harga BBM, Menteri ESDM: Harus Berani Ambil Keputusan Tak Populer

- detikFinance
Rabu, 26 Nov 2014 14:35 WIB
Jokowi Naikkan Harga BBM, Menteri ESDM: Harus Berani Ambil Keputusan Tak Populer
Jakarta - Para senator di Komite II DPD meminta penjelasan pemerintah soal kenaikan harga BBM subsidi Rp 2.000/liter. Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan, naiknya harga BBM subsidi akan membuat kemiskinan turun.

"Banyak pihak mengkritik kebijakan yang tidak populer pemerintah menaikkan harga BBM subsidi yang akan membuat kemiskinan makin meningkat, padahal tidak ada hubungannya. Justru harga BBM naik angka kemiskinan turun," ujar Sudirman di Ruang Komite II DPD RI, Rabu (26/11/2014).

Sudirman mengatakan, sudah disadari lama, BBM subsidi banyak dinikmati kalangan masyarakat kelas menengah-atas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi 78% subsidi BBM selama ini ya orang seperti kita-kita ini yang menikmati, bukan masyarakat miskin," ujarnya.

Justru, kata Sudirman, di kala pemerintah menaikkan harga BBM subsidi kemudian mengalihkan penghematan anggaran subsidi untuk pembangunan infrastruktur dan melindungi rakyat miskin, angka kemiskinan justru turun.

"Berdasarkan data sejak 2003, harga BBM dinaikkan sampai sekarang, ketika beberapa kali harga BBM naik justru angka kemiskinan turun," ucapnya.

"Pemerintah harus berani ambil keputusan yang tidak populer ini. Karena tidak ada negara yang maju, atau banyak negara yang tertinggal ternyata terlalu banyak memanjakan masyarakatnya dengan memberikan subsidi, ini terjadi karena masyarakatnya tidak dilatih memenuhi kebutuhannya sesuai harga yang rill," tutupnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads