Barang Hemat Energi Masih Mahal Karena Dicap Mewah

Barang Hemat Energi Masih Mahal Karena Dicap Mewah

- detikFinance
Kamis, 27 Nov 2014 12:21 WIB
Barang Hemat Energi Masih Mahal Karena Dicap Mewah
Jakarta - Barang atau produk hemat energi saat ini sebagian besar harganya relatif mahal. Karena sampai saat ini pemerintah masih mengategorikan barang hemat energi sebagai barang mewah, sehingga dikenakan pajak yang relatif tinggi.

"Sayang kebijakan penghematan energi saat ini belum didukung dengan kebijakan insentif fiskal, hal ini yang membuat produk-produk hemat energi harganya cukup mahal, karena dikategorikan sebagai barang mewah," kata mantan Direktur Jenderal Energi Batu Terbarukan Kementerian ESDM Luluk Sumiarso, ditemui pada acara Pembukaan Diskusi Nasional 'Konservasi dan Efisiensi untuk Ketahanan Energi dan Pembangunan Berkelanjutan Demi Masa Depan Indonesia', di Kantor BPPT, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Luluk mencontohkan lampu jenis LED (Light Emitting Diode), mobil hybrid yang hermat energi, pemanas air tenaga surya (matahari) harganya tergolong cukup mahal, sehingga masyarakat belum banyak yang menggunakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah bertahun-tahun mobil hybrid itu ada, nyata hematnya seperti Toyota Camry, tapi karena dikategorikan barang mewah jadi dikenakan pajak tinggi, seperti orang beli satu mobil tapi harganya setara beli dua mobil, jadinya orang nggak mau beli. Ada pula lampu LED, tapi harganya juga mahal padahal hemat dan tahan puluhan tahun, ada juga pemanas air tenaga surya itu juga masih mahal padahal sumber energinya dari sinar matahari," ungkapnya.

Luluk mengatakan, pemerintah harus punya perhatian khusus terkait masalah kebijakan penghematan atau konservasi energi, karena kalau tidak diimbangi dengan kebijakan fiskal, barang-barang hemat energi tidak akan laku dan dilirik masyarakat di Indonesia.

"Kebijakan hemat energi harusnya klop dengan kebijakan fiskal, kalau seperti ini terus orang nggak mau pakai produk hemat energi," tutupnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads