Demikian disampaikan Ali Mundakir, Vice President Corporate Communication Pertamina, kepada detikFinance, Kamis (27/11/2014). "Kami pastikan pasokan Pertamax aman," ujarnya.
Menurut Ali, pasokan Pertamax saat ini tidak perlu dikhawatirkan. "Kita jaga cukup rata-rata 40-42 hari," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertamax di Kota Malang terakhir beli 2 hari lalu. Di Kota Malang sering habis," ungkapnya.
Pembaca lainnya bernama Siau Pheng di Kalimantan Barat pun menyatakan hal serupa. Di daerahnya, yang ada hanya Pertamax Plus yang harganya lebih mahal.
"Di daerah saya, Kabupaten Mempawah, tidak tersedia BBM jenis Pertamax. Saya juga heran yang ada hanyalah Pertamax Plus," ungkapnya.
Selisih harga Pertamax Plus dengan Premium yang disubsidi, lanjut Siau, masih cukup jauh. Ini menyebabkan masyarakat di daerahnya belum banyak yang beralih dari BBM bersubsidi.
"Karena jauhnya beda harga antara Premium dan Pertamax Plus yang membuat orang malas beralih dari Premium," tuturnya.
Ali pun kembali memberikan jawaban. "Kalau Malang sepertinya tidak, karena selalu dipantau pasokannya dan cukup," katanya.
Namun untuk daerah-daerah lain, Ali berjanji akan mengeceknya. "Nanti saya cek lagi. Tapi sepertinya cuma masalah keterlambatan distribusi saja," sebut Ali.
(hds/hen)











































