Hal ini dibenarkan oleh salah satu petugas SPBG di Monas. Antrean kini ramai, bahkan bisa keluar area SPBG.
"Kita sebenarnya buka dari jam 05.30 pagi sampai jam 21.00. Di sini kalau hari Jumat ramainya setelah Jumatan. Kalau hari biasa, biasanya jam 7-8 pagi. Biasanya 3 baris bahkan sampai keluar. Memang setelah BBM naik, antrian lebih banyak," kata seorang petugas SPBG di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pengemudi Bajaj, Ratono, mengungkapkan lebih memilih memakai BBG karenanya jauh lebih murah daripada BBM. Dulu dia memakai bajaj berwarna oranye yang memakai premium.
"Pokoknya setahun ini sudah pakai gas. Dulu saya narik bajaj merah. Kalau gas, dia lebih irit dan bedanya jauh," kata Ratono.
Bajaj, kata Ratono, memakai bahan bakar ganda, bisa memakai BBG atau premium. Kalau memakai BBG, biaya yang dikeluarkan per hari sekitar Rp 25.000, sementara jika memakai premium bisa mencapai Rp 70.000 per hari.
"Kalau bensin bisa Rp 70.000. Makanya sekarang banyak yang beralih ke gas," ungkapnya.
Sementara itu, pengemudi bajaj lainnya bernama Imam Santoso mengaku sudah 1,5 tahun memakai BBG. Senada dengan Ratono, alasannya adalah harga.
Harga BBG adalah Rp 3.100/liter setara BBM. Tidak sampai separuh harga premium yang sekarang Rp 8.500/liter.
Setelah harga BBM naik, Imam mengatakan peminat BBG semakin bertambah. "Kalau antrian biasanya paling 1 jam. Kalau banyak bisa 3 jam," tuturnya.
(feb/hds)











































