"Di banyak media online, banyak pengamat menyarankan tidak usah diturunkan. Tapi menyesuaikan dengan harga keekonomian lebih bagus," ujar Menteri ESDM Sudirman Said ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (28/11/2014).
Menurut Sudirman, keputusan menaikkan harga BBM sudah dibuat dengan perhitungan matang. Pengalihan subsidi ke sektor yang lebih produktif sudah menjadi pilihan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengalihan subsidi BBM, lanjut Sudirman, akan kembali dinikmati oleh masyarakat dalam bentuk perbaikan irigasi, kemudahan mendapatkan benih dan pupuk, dan sebagainya. Dengan begitu, ekonomi nasional akan lebih berdaya saing.
"Mendorong kemakmuran rakyat bukan dengan cara menggendong mereka, tapi beri kemudahan. Petani mudah dapat bibit, benih, pupuk, irigasinya baik, nelayan ketika pulang melaut punya cold storage untuk menampung hasil ikan tangkapannya. Jadi petani dan nelayan kita punya daya saing," paparnya.
Namun, Sudirman memastikan harga BBM bersubsidi tidak mungkin lebih tinggi dari harga BBM non subsidi.
"Harga patokan kita nggak mungkin harga subsidi melewati harga keekonomian. (Harga BBM subsidi bisa dievaluasi) pasti, kita akan terus pantau terus bersama BPH Migas juga," tutupnya.
(rrd/hds)











































