Apa saja rencana Dwi? Berikut hasil rangkuman detikFinance, Senin (1/12/2014).
Tiga Prioritas
|
|
"Ke depan harus memikirkan added value dibangun Pertamina dalam negeri," kata Dwi.
Kedua, lanjut Dwi, adalah peningkatan produktivitas dan efisiensi. Hal ini harus diterapkan Pertamina dalam setiap tahapan bisnis.
"Produktivitas dan efisiensi dalam bisnis. Produktivitas itu dalam kilang pengeboran, itu harapannya. Kita bisa meningkatkan kinerja Pertamina agar bisa bersaing dalam kancah global ini. Yang punya daya saing, dia memenangkan jangka panjang, kuncinya efisiensi dan produktivitas," jelasnya.
Ketiga, tambah Dwi, adalah transparansi dalam proses bisnis di Pertamina. "Seluruh pihak berkepentingan terhadap masalah pengelolaan energi. Kita junjung tinggi aspek tadi, efisiensi dan produktivitas," ucapnya.
Kaji Ulang Keberadaan Petral
|
|
Pertamina, lanjut Dwi, akan melihat bagaimana Petral menjalankan fungsinya. Opsi yang tersedia adalah memperbaiki atau mengubah total.
"Apakah kita akan memperbaiki yang ada di Petral atau melakukan perubahan secara total, itu perlu beberapa waktu bagi kami untuk memberikan saran," sebutnya.
Bagaimana Nasib Blok Mahakam?
|
|
"Kemarin Sabtu malam kami bertemu dengan manajemen yang lama. Disampaikan isu-isu, salah satunya Mahakam," ungkap Dwi.
Jajaran manajemen Pertamina sebelumnya, lanjut Dwi, sudah melakukan studi dan menghasilkan sejumlah opsi. Salah satunya adalah bila Pertamina akan menjadi pengelola Blok Mahakam.
"Kawan-kawan sudah melakukan studi sampai kepada posisi bagaimana sampai mengambil alih Blok Mahakam. βKami akan cek kembali agar benar-benar kalau mau ambil alih itu rencana yang lebih baik," tuturnya.
Bangun Kilang Baru
|
|
Bila tidak ada peremajaan atau pembangunan kilang baru, Dwi khawatir Indonesia mengalami krisis energi. "Revitalisasi dan membangun kilang baru sangat penting. Jadi kita tidak terlalu dipepet posisi krisis," tegasnya.
Untuk membangun kilang, tambah Dwi, bisa saja dananya berasal dari kocek Pertamina sendiri. Atau bisa juga bekerja sama dengan pihak lain.
"Kalau bisa Pertamina bisa berinvestasi sendiri, ya dilakukan. Kalau tidak, kita harus menggandeng mitra strategis," tuturnya.
Usul Tambahan 3 Direksi
|
|
Namun, lanjut Dwi, kebijakan ini tidak kaku. Empat direksi Pertamina tersebut akan melakukan kajian, dan sepertinya memang butuh tambahan direksi lagi.
"Pemerintah memberikan kesempatan bagi yang 4 ini untuk melakukan review, dan nanti mengusulkan berapa kebutuhannya. Dalam review kami berempat, memang membutuhkan tambahan," tutur Dwi.
Meski ada tambahan, Dwi menegaskan jajaran direksi Pertamina tidak akan mencapai 9 orang. Dia memperkirakan ada tambahan 3 orang lagi, sehingga nantinya direksi Pertamina akan menjadi 7 orang.
"Tidak sebanyak yang dulu ada 9. Mungkin kita akan usulkan 3 orang lagi. Ini kita akan tunjukkan ke semua karyawan bahwa kita efisien," sebutnya.
Temui Tim Reformasi Tata Kelola Migas
|
|
Rencananya, Dwi dan jajaran manajemen Pertamina akan bertemu Faisal pada pekan depan. "Insya Allah minggu depan," ujarnya.
Menurut Dwi, transparansi akan hal yang wajib bagi perusahaan seperti Pertamina. Pasalnya, setiap warga negara Indonesia berkepentingan atas pengelolaan energi.
"Caranya adalah bagaimana kita mengkomunikasikan cara proses bisnis seperti apa, kita posisinya di mana, pesaing bisnis kita siapa. Itu kita akan buka," tutur Dwi.
Halaman 2 dari 7











































