Ide dan Rencana Bos Baru Pertamina

Ide dan Rencana Bos Baru Pertamina

- detikFinance
Senin, 01 Des 2014 07:36 WIB
Ide dan Rencana Bos Baru Pertamina
Jakarta - Dwi Soetjipto telah resmi menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Dalam menjalankan tugasnya, eks Dirut PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) ini punya beberapa ide dan rencana.

Apa saja rencana Dwi? Berikut hasil rangkuman detikFinance, Senin (1/12/2014).

Tiga Prioritas

Pertama adalah menjadikan Pertamina berkontribusi dalam upaya kemandirian ekonomi. Oleh karena itu, bisnis Pertamina harus punya nilai tambah (added value).

"Ke depan harus memikirkan added value dibangun Pertamina dalam negeri," kata Dwi.

Kedua, lanjut Dwi, adalah peningkatan produktivitas dan efisiensi. Hal ini harus diterapkan Pertamina dalam setiap tahapan bisnis.

"Produktivitas dan efisiensi dalam bisnis. Produktivitas itu dalam kilang pengeboran, itu harapannya. Kita bisa meningkatkan kinerja Pertamina agar bisa bersaing dalam kancah global ini. Yang punya daya saing, dia memenangkan jangka panjang, kuncinya efisiensi dan produktivitas," jelasnya.

Ketiga, tambah Dwi, adalah transparansi dalam proses bisnis di Pertamina. "Seluruh pihak berkepentingan terhadap masalah pengelolaan energi. Kita junjung tinggi aspek tadi, efisiensi dan produktivitas," ucapnya.

Kaji Ulang Keberadaan Petral

"Saya rasa itu yang Bu Menteri BUMN (Rini Soemarno) sampaikan, salah satu yang kita review ke depan adalah Petral," katanya kala dijumpai setelah mengikuti Pertamina Eco Run di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Minggu (30/11/2014).

Pertamina, lanjut Dwi, akan melihat bagaimana Petral menjalankan fungsinya. Opsi yang tersedia adalah memperbaiki atau mengubah total.

"Apakah kita akan memperbaiki yang ada di Petral atau melakukan perubahan secara total, itu perlu beberapa waktu bagi kami untuk memberikan saran," sebutnya.

Bagaimana Nasib Blok Mahakam?

Blok Mahakam yang selama ini dikelola oleh perusahaan asal Prancis, Total E&P Indonesie, akan habis masa kontraknya pada 2017. PT Pertamina (Persero) disebut-sebut akan mengelola blok di Kalimantan Timur ini.

"Kemarin Sabtu malam kami bertemu dengan manajemen yang lama. Disampaikan isu-isu, salah satunya Mahakam," ungkap Dwi.

Jajaran manajemen Pertamina sebelumnya, lanjut Dwi, sudah melakukan studi dan menghasilkan sejumlah opsi. Salah satunya adalah bila Pertamina akan menjadi pengelola Blok Mahakam.

"Kawan-kawan sudah melakukan studi sampai kepada posisi bagaimana sampai mengambil alih Blok Mahakam. β€ŽKami akan cek kembali agar benar-benar kalau mau ambil alih itu rencana yang lebih baik," tuturnya.

Bangun Kilang Baru

"Kita harus mengambil added value sebanyak-banyaknya. Revitalisasi kilang yang ada, dan membangun yang baru. Termasuk oil tank," jelas Dwi.

Bila tidak ada peremajaan atau pembangunan kilang baru, Dwi khawatir Indonesia mengalami krisis energi. "Revitalisasi dan membangun kilang baru sangat penting. Jadi kita tidak terlalu dipepet posisi krisis," tegasnya.

Untuk membangun kilang, tambah Dwi, bisa saja dananya berasal dari kocek Pertamina sendiri. Atau bisa juga bekerja sama dengan pihak lain.

"Kalau bisa Pertamina bisa berinvestasi sendiri, ya dilakukan. Kalau tidak, kita harus menggandeng mitra strategis," tuturnya.

Usul Tambahan 3 Direksi

"Pemerintah ingin meningkatkan efisiensi ke depan. Peningkatan efisiensi itu, sekarang pemerintah masih menempatkan 4," kata Dwi kala dijumpai setelah mengikuti Pertamina Eco Run di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Minggu (30/11/2014).

Namun, lanjut Dwi, kebijakan ini tidak kaku. Empat direksi Pertamina tersebut akan melakukan kajian, dan sepertinya memang butuh tambahan direksi lagi.

"Pemerintah memberikan kesempatan bagi yang 4 ini untuk melakukan review, dan nanti mengusulkan berapa kebutuhannya. Dalam review kami berempat, memang membutuhkan tambahan," tutur Dwi.

Meski ada tambahan, Dwi menegaskan jajaran direksi Pertamina tidak akan mencapai 9 orang. Dia memperkirakan ada tambahan 3 orang lagi, sehingga nantinya direksi Pertamina akan menjadi 7 orang.

"Tidak sebanyak yang dulu ada 9. Mungkin kita akan usulkan 3 orang lagi. Ini kita akan tunjukkan ke semua karyawan bahwa kita efisien," sebutnya.

Temui Tim Reformasi Tata Kelola Migas

"Kami sebagai manajemen Pertamina akan butuh masukan. Kami akan bekerja sama dengan tim reformasi agar transparan," kata Dwi.

Rencananya, Dwi dan jajaran manajemen Pertamina akan bertemu Faisal pada pekan depan. "Insya Allah minggu depan," ujarnya.

Menurut Dwi, transparansi akan hal yang wajib bagi perusahaan seperti Pertamina. Pasalnya, setiap warga negara Indonesia berkepentingan atas pengelolaan energi.

"Caranya adalah bagaimana kita mengkomunikasikan cara proses bisnis seperti apa, kita posisinya di mana, pesaing bisnis kita siapa. Itu kita akan buka," tutur Dwi.
Halaman 2 dari 7
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads