Acara bertema 'Pertamina Energy Outlook 2015' ini dilakukan di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (3/12/2014). Acara ini berlangsung 2 hari.
Pokok pembahasan yang akan dibicarakan adalah harga minyak dunia yang berbalik anjlok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kondisi sekarang berbalik, meningkatnya cadangan produksi minyak Amerika Serikat (AS), krisis ekonomi Eropa, serta konflik Rusia dengan Ukraina, mengakibatkan penurunan harga minyak cukup signifikan.
Harga rata-rata minyak mentah dunia (Brent and West Texas Intermediate) pada Juni-Juli 2014 masih berkisar US$ 95-100 per barel, namun selama November berada di kisaran US$ 70-80 per barel, atau turun sekitar 30% terhadap 4 bulan sebelumnya.
Untuk membahas kondisi tersebut, Pertamina menghadirkan Presiden Facts Global Energy Jeff Brown, Analist Energi Senior the International Energy Agency Amos Bromhead, Direktur Eksekutif Reforminer Institue Pri Agung Rakhmanto, Kepala Pengendali Kinerja Kementerian ESDM Widhyawan Prawiraatmadja, Direktur Pertamina, Anggota Dewan Energi Nasional Tumiran, dan banyak lagi.
(rrd/dnl)











































